SANANA, Terbitan.com – Melihat dari dekat kondisi Pasar Basanohi Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara semakin memprihatinkan, tidak sesuai ekspektasi pemerintah dalam mengatur pasar, ini tampak lebih bersih, indah, rapi dan nyaman.

Malah justru sebaliknya, akibat pedagang sudah banyak memilih berjulan diluar, kini mereka membuat tempat sendiri justru terkesan tempat yang dibikin tidak beraturan dan terlihat semrawut karena tidak ada pendampingan atau pengawasan dari Dinas Perindagkop dan Kepala Pasar

“Ya pasar Basanohi kini semakin semrawut kondisinya, selain tempat sempit pedagang kini banyak membuat tempat jualan, namun tidak diawasi dan diatur pemerintah akhirnya pasar terlihat kumuh lagi dan bau,’’kata Aini saat ditemui dilokasi pasar, Sabtu (25/5/24)

Mereka mengaku, berjualan di pinggir jalan dengan membawa payung yang bisa dibongkar pasang, “karena didalam pasar jualan mereka tidak laku

“Kami berharap pemerintah segera mengawasi, supaya pasar ini terlihat teratur, rapi dan nyaman, tapi disuruh mengatur sendiri, bangun sendiri nanti kalau tidak sesuai keinginan pemerintah nanti kita diminta bongkar dan pemerintah baru turun tangan mengatur kita akhirnya pedagang kembali dirugikan sudah keluar uang buat tempat, tapi disuruh bongkar, “ungkap Aini

Lanjut Aini, Ini harus ada pengawasan, pendampingan dan penegakkan aturan jangan dikasih tinggal seperti ini. Jadi kalau pasar ini tidak dibuat nyaman dan diawasi, pasar ini semakin semrawut

Untuk itu,dia meminta Dinas Perindagkop maupun kepala pasar harus turun melihat kondisi yang ada, karena hal ini terkait persoalan teknis, jika ada pedagang yang sudah mengeluh baik soal kondisi pasar yang semrawut dan mulai bau tentu harus dicarikan solusi yang terbaik karena kasihan pembeli dan pengunjung (masyarakat) yang datang, “tindasnya.

Sementara itu, hingga berita ini dipublish belum diperoleh keterangan dari Dinas Perindagkop maupun kepala pasar selaku pihak yang  menangani persoalan tersebut.