NGAWI, terbitan.com – Sebanyak 30 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengikuti pelatihan bertema Strategi Adaptif UMKM Menghadapi Era VUCA yang digelar di Notosuman, Watualang, Kamis (26/3/2026).
Pelatihan ini menghadirkan akademisi dari Universitas Sebelas Maret sebagai narasumber dan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kapasitas, serta kompetensi sumber daya manusia (SDM) pelaku UMKM di tengah dinamika dunia usaha yang semakin kompleks.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Ngawi, Sumarsono, dalam sambutannya menekankan pentingnya inovasi dan literasi digital bagi pelaku UMKM. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci agar usaha dapat bertahan dan berkembang.
“Pelaku UMKM harus mampu berinovasi, melek digital, serta mengaplikasikannya dalam kegiatan usaha, terutama dalam strategi pemasaran dan penjualan,” ujarnya.
Sementara itu, narasumber pelatihan, Dr. Nurul Istiqomah, menjelaskan bahwa pelaku UMKM saat ini dihadapkan pada era VUCA, yaitu kondisi yang ditandai dengan Volatility (perubahan cepat), Uncertainty (ketidakpastian), Complexity (kompleksitas), dan Ambiguity (ketidakjelasan).
Menurutnya, karakteristik VUCA berdampak langsung pada berbagai aspek usaha, mulai dari kondisi keuangan yang tidak stabil, operasional yang terganggu, hingga perubahan perilaku konsumen serta meningkatnya persaingan di ranah digital.
“UMKM perlu memiliki mindset adaptif, mampu membaca perubahan, serta cepat dalam mengambil keputusan meski dalam kondisi tidak pasti,” jelasnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali berbagai strategi adaptif melalui metode ceramah interaktif, diskusi, studi kasus, hingga simulasi. Materi yang diberikan meliputi manajemen risiko sederhana, perencanaan skenario usaha, inovasi produk, serta pemanfaatan digitalisasi.
Peserta juga diajak menyusun tiga skenario usaha, yakni skenario optimis, normal, dan pesimis, guna meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi perubahan pasar.
Lebih lanjut, digitalisasi dinilai menjadi salah satu kunci utama dalam menghadapi era VUCA. Pemanfaatan media sosial, marketplace, hingga sistem pembayaran digital seperti QRIS dan e-wallet mampu meningkatkan efisiensi sekaligus memperluas jangkauan pasar.
Melalui pelatihan ini, diharapkan pelaku UMKM di Kabupaten Ngawi semakin tangguh, inovatif, dan mampu bersaing di tengah ketidakpastian ekonomi yang terus berkembang.


