SUMENEP, Terbitan com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep menggelar rapat paripurna untuk mendengarkan penyampaian visi dan misi Bupati serta Wakil Bupati Sumenep periode 2025-2030. Dalam forum tersebut, Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo bersama Wakil Bupati Imam Hasyim memaparkan berbagai program strategis yang akan menjadi prioritas pembangunan lima tahun ke depan.
Ketua DPRD Sumenep, Zainal Arifin, dalam sambutannya menegaskan bahwa visi dan misi yang disampaikan bukan sekadar janji politik, tetapi amanah yang harus diwujudkan demi kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap visi dan misi ini dapat menjadi pedoman dalam merancang kebijakan pembangunan daerah yang lebih baik,” ujarnya.
Dalam paparannya, Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan komitmennya untuk membawa Sumenep menjadi daerah yang lebih maju dan berdaya saing. Ia menyampaikan bahwa program-program yang akan dijalankan mengacu pada kebutuhan riil masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sumenep,” tegas Achmad Fauzi.
Visi besar tersebut diterjemahkan ke dalam beberapa fokus utama, yaitu:
1. Peningkatan Kualitas Pendidikan – Meningkatkan akses dan mutu pendidikan, termasuk pembangunan sekolah, peningkatan kesejahteraan guru, serta program beasiswa bagi siswa berprestasi.
2. Perbaikan Layanan Kesehatan – Memperluas akses layanan kesehatan, meningkatkan fasilitas rumah sakit dan puskesmas, serta memastikan ketersediaan tenaga medis yang memadai.
3. Penciptaan Lapangan Kerja dan Penguatan Ekonomi – Mendorong investasi daerah, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta memperkuat ekonomi berbasis kawasan.
4. Tata Kelola Pemerintahan yang Transparan – Mengoptimalkan layanan digital untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi birokrasi.
5. Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Lingkungan Hidup – Menjaga kelestarian lingkungan dengan program penghijauan, pengelolaan sampah, serta pemanfaatan energi terbarukan.
Untuk merealisasikan visi tersebut, pemerintah daerah akan menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang menjadi pedoman kerja selama lima tahun ke depan.
“Kami juga akan meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah daerah agar pelayanan kepada masyarakat lebih optimal,” jelas Achmad Fauzi.
Selain itu, strategi pentahelix—yakni kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media—akan menjadi kunci dalam menjalankan program pembangunan.
Wakil Bupati Imam Hasyim menambahkan bahwa visi-misi yang disampaikan merupakan hasil dari aspirasi masyarakat yang menginginkan perubahan nyata.
“Kami mendengar langsung keluhan dan harapan masyarakat, sehingga program yang kami susun benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujar Imam Hasyim.
Peningkatan Infrastruktur Desa – Membangun jalan, jembatan, serta infrastruktur penunjang lainnya guna meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Pemberdayaan Ekonomi Lokal – Mengembangkan sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata berbasis kearifan lokal.
Penciptaan Lapangan Kerja – Mendorong pelatihan keterampilan bagi pemuda dan perempuan agar siap bersaing di dunia kerja.
Imam Hasyim juga menegaskan bahwa keberhasilan visi-misi ini sangat bergantung pada sinergi dengan seluruh elemen masyarakat.
“Kami akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak agar pembangunan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” katanya.
Pemerintah daerah juga akan melakukan pengawasan dan evaluasi berkala terhadap setiap program yang dijalankan untuk memastikan efektivitasnya.
Dengan fokus pada pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta tata kelola pemerintahan yang transparan, visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Sumenep 2025-2030 diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi daerah ini.
Keberhasilan implementasi program-program tersebut tentu bergantung pada sinergi antara pemerintah, DPRD, masyarakat, dan seluruh stakeholder terkait. Dengan kerja sama yang baik, cita-cita menuju Sumenep yang lebih maju dan sejahtera bukan sekadar impian, tetapi dapat menjadi kenyataan.



Tinggalkan Balasan