SANANA,Terbitan.com || Hingga akhir 2024 lalu, masih ada sejumlah proyek pembangunan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Maluku Utara yang dikerjakan sejak Oktober 2024 diketahui belum selesai 100 persen.
Hal ini di ungkapkan Aktivis Pemerhati Sosial Masyarakat Kepulauan Sula Amran kepada media ini, Kamis (16/1/25)
Menurutnya, sejumlah proyek yang tidak tuntas itu yakni :Paket Pembangunan Jalan Modapuhi – Saniahaya (Lapen) senilai Rp 4.200.000.000, Jalan Dalam Kota Sanana senilai Rp 3.250.000.000 , Jalan Sentra Perkebunan Saniahaya – Modapia senila Rp 8.545.831.000
Kemudia Proyek Pembangun Puskesmas Kabau senilai Rp 5 miliar lebih, Puskesmas Wai-Ipa senilai Rp 5 miliar lebih serta pembangunan gedung sekolah dan lain lainnya
Selain itu, OPD harus memperhatikan waktu dan ketersediaan tenaga. Sebab, pada akhir tahun sering terjadi keterbatasan tenaga kerja. Mengingat, semua proyek pemerintah dikebut pada akhir tahun.
Karenanya, pada setiap kegiatan monitoring dan evaluasi, diminta kepada pelaksana untuk mengejar progres pembangunan di awal pekerjaan. Juga melakukan percepatan dan penambahan tenaga kerja. Hal ini harus dilakukan, untuk menghindari terjadinya deviasi pembangunan, “tindasnya. {}



Tinggalkan Balasan