SUMENEP, Terbitan.com — Momen kebersamaan dan saling memaafkan menjadi napas utama dalam acara Halal Bihalal Perum Permata Resmi 2 yang diselenggarakan pada Sabtu malam (25/04/24). Bertempat di area terbuka lingkungan perumahan, warga berkumpul dengan penuh semangat, membawa keluarganya masing-masing untuk merayakan tradisi mulia ini.
Sejak pukul 19.00 WIB, pra-acara sudah dimulai dengan penampilan seni dan kreativitas anak-anak. Di bawah arahan MC Kak Lia FQ, suasana langsung terasa hidup. Para hadirin diajak menikmati bakat-bakat cilik warga Permata Resmi 2. Penampilan diawali dengan pembacaan Al-Qur’an oleh anak-anak, disusul pidato bahasa Inggris oleh Firman Maulana, yang mendapatkan sambutan meriah dari para orang tua.
Selain itu, suasana juga semakin syahdu dengan lantunan lagu-lagu religi yang dibawakan oleh Asmaul Husna, Nanda Fatia, dan Nanda Tanta. Hadrah anak-anak pun tampil energik, menambah kesan sakral sekaligus menggembirakan di awal acara.
Tepat pukul 20.00 WIB, MC membuka acara inti secara resmi. Ucapan salam, penghormatan kepada tamu undangan, dan doa pembuka menjadi tanda bahwa acara memasuki bagian utama.
Tidak lama berselang, Ustadz Shobri, seorang Qori nasional, tampil membawakan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Suara merdunya menggetarkan suasana malam, mengingatkan hadirin akan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam ajaran Islam.
Setelah tilawah, dilanjutkan dengan pembacaan shalawat Nabi oleh tim hadrah yang dipimpin oleh Ustadz Hasan. Hadrah yang dibawakan dengan penuh semangat ini sukses menghidupkan suasana spiritual dan rasa cinta kepada Rasulullah SAW di tengah-tengah warga.
Pukul 20.30 WIB, sesi sambutan dimulai. Ketua RT Perum Permata Resmi 2, Bapak Ibnu S.A.N., M.A.P., dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan rasa kekeluargaan antarwarga.
“Acara ini bukan sekadar tradisi tahunan, tapi sebuah momen penting untuk mempererat hubungan kita sebagai satu keluarga besar. Semoga nilai-nilai silaturahmi terus terjaga, tidak hanya dalam acara ini, tetapi juga dalam keseharian kita,” ungkap beliau disambut tepuk tangan hangat dari warga.
Ketua Panitia, Ustadz Khoirus Sodiq, S.Pd.I., juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya acara ini. Ia mengapresiasi kekompakan warga, khususnya dalam mendukung berbagai rangkaian acara, mulai dari pra-acara hingga acara puncak.
“Ini semua adalah buah dari kerja sama kita semua. Semangat gotong royong inilah yang harus kita pelihara ke depan,” tuturnya.
Memasuki pukul 20.45 WIB, acara halal bihalal pun dimulai. Satu persatu, warga berdiri dan bersalaman, saling memaafkan dengan penuh keikhlasan. Tak hanya antarwarga, momen ini juga diwarnai dengan kehadiran Wakil Bupati, yang turut bersalaman dengan warga, memperlihatkan sinergi erat antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Di sela-sela salam-salaman, MC memperkenalkan sebagian warga baru yang bergabung di Perum Permata Resmi 2. Ini menjadi momen penting agar seluruh warga bisa saling mengenal lebih dekat, mempererat jaringan sosial di lingkungan perumahan.
Pukul 21.00 WIB, suasana hening ketika KH. Imam Hasyim naik ke podium untuk memberikan tausiyah. Dalam ceramahnya, Menjadi umat Nabi Muhammad SAW adalah nikmat besar yang wajib disyukuri. Nabi Muhammad bukan hanya penutup para nabi (khatamun nabiyyin), tetapi juga pembawa risalah yang sempurna dan rahmat bagi seluruh alam. Allah SWT memilih beliau sebagai utusan terakhir yang membawa Islam, agama yang menyempurnakan ajaran sebelumnya.
“Umat Nabi Muhammad memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki umat-umat sebelumnya. Di antaranya, umat ini diberi kemudahan dalam beribadah, pahala yang berlipat ganda, serta diampuni dosanya walau hanya dengan niat bertobat yang sungguh-sungguh. Bahkan, amal kecil bisa bernilai besar di sisi Allah karena keikhlasan dan tuntunan Rasulullah”, Jelasnya.
Lebih dari itu, Nabi Muhammad SAW sangat mencintai umatnya. Dalam banyak hadits disebutkan bahwa beliau senantiasa memikirkan umatnya, bahkan di akhir hayatnya, yang beliau sebut adalah “ummati, ummati.” Beliau juga akan memberikan syafaat di hari kiamat kepada umatnya yang beriman.
“Oleh karena itu, sudah seharusnya kita bersyukur atas nikmat menjadi bagian dari umat Rasulullah. Wujud syukur itu bisa dilakukan dengan cara meneladani akhlaknya, menjalankan sunnahnya, memperbanyak salawat, dan terus berusaha memperbaiki diri dalam iman dan amal”, Tutupnya.
Tausiyah ditutup dengan doa bersama, memohon agar warga Permata Resmi 2 selalu diberkahi kesehatan, kedamaian, serta kemudahan dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.
Selepas acara resmi berakhir, sebagian warga masih terlihat bercengkerama, berbagi cerita dan tawa. Banyak di antara mereka mengaku sangat mengapresiasi kegiatan ini dan berharap acara serupa bisa terus diadakan di tahun-tahun mendatang.
“Saya senang sekali bisa hadir di acara seperti ini. Anak-anak juga bisa tampil dan menunjukkan bakat mereka. Semoga ke depannya lebih sering ada kegiatan seperti ini,” ujar Ibu Nurul, salah satu warga yang datang bersama keluarganya.
Halal bihalal adalah lebih dari sekadar rutinitas tahunan. Ia adalah energi yang menghidupkan kembali nilai-nilai luhur Islam dalam kehidupan sosial: persaudaraan, kasih sayang, dan saling memaafkan.
Acara di Perum Permata Resmi 2 ini membuktikan bahwa dengan semangat gotong royong dan kesadaran bersama, silaturahmi yang hangat dan penuh makna bisa terus hidup dan tumbuh, menjadi fondasi kuat dalam membangun komunitas yang harmonis dan damai.


