NGAWI, terbitan.com — Ibarat menggali lubang, diri sendiri terperosok di dalamnya. Niat membasmi hama tikus di sawah miliknya dengan memasang jebakan tikus beraliran listrik, seorang petani di Desa Tirak, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur ditemukan tewas meregang nyawa. Selasa (18/8/2026) pagi.
Kapolsek Kwadungan AKP Arif Hidayat saat dikonfirmasi mengatakan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh istrinya, Jawi, di sawah yang berada di Dusun Tirak 3, Desa Tirak.
“Jasad korban, Mujiono usia 62 tahun ditemukan di area persawahan miliknya sendiri,” kata Arif.
Arif menuturkan, peristiwa nahas itu bermula sekitar pukul 05.00 WIB saat Mujiono berpamitan kepada istrinya untuk pergi ke sawah. Namun, hingga sekitar empat jam berlalu, korban tak kunjung kembali ke rumah.
Merasa khawatir, Jawi kemudian menyusul suaminya ke sawah. Setibanya di lokasi, ia justru mendapati Mujiono sudah tergeletak tak bernyawa.
Jawi sontak berteriak meminta pertolongan. Warga sekitar yang mendengar teriakan tersebut kemudian berdatangan dan bersama-sama mengecek kondisi korban.
“Tak lama kemudian datang warga sekitar bersama-sama mengecek keadaan korban. Ternyata korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” jelas Arif.
Kejadian tersebut, kata Arif, langsung dilaporkan perangkat desa kepada Polsek Kwadungan untuk penanganan lebih lanjut.
Dari hasil pemeriksaan petugas medis, ditemukan luka sengatan pada bagian lengan kiri korban. Sementara itu, tidak ditemukan luka memar, lebam, maupun tanda-tanda kekerasan pada bagian tubuh lainnya.
“Berdasarkan keterangan saksi, korban meninggal dunia dikarenakan tersengat jebakan tikus menggunakan aliran listrik yang dipasang sendiri di area sawahnya,” pungkas Arif.


