NGAWI, terbitan.com — Persoalan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Geneng akhirnya mendapat perhatian Komisi I DPRD Ngawi. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Kamis (23/4/2026), komisi tersebut memanggil pihak desa, kecamatan, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Ngawi guna dimintai klarifikasi.

Rapat yang berlangsung tertutup itu dipimpin Ketua Komisi I, Nuri Kharimatunnisa. Dalam keterangannya, Nuri menilai penjelasan dari pihak terkait sudah mencukupi dan persoalan dinilai sebagai masalah internal BUMDes.

“Penjelasan dari Pj Kades, Pak Camat, dan DPMD Ngawi sudah cukup. Ini hanya masalah internal BUMDes dan akan diselesaikan oleh pihak desa,” ujarnya usai RDP.

Ia menambahkan, Komisi I hanya melakukan evaluasi awal. Pihak desa disebut telah berkomitmen menyelesaikan persoalan, termasuk laporan pertanggungjawaban yang hingga kini belum rampung.

“Kita mengevaluasi, dan mereka berjanji akan memberesi serta menyelesaikan. Karena memang laporan pertanggungjawabannya juga belum, nanti kita tunggu,” jelasnya.

Menurut Nuri, persoalan tersebut dianggap cukup di tingkat DPRD dan menjadi pembelajaran bagi pengelolaan BUMDes lainnya agar berjalan sesuai aturan. Ia juga menegaskan bahwa evaluasi kepengurusan sepenuhnya menjadi kewenangan desa.

“Untuk kepengurusan, apakah akan diganti atau tidak, itu tetap menjadi ranah desa,” tambahnya.

Komisi I bahkan tidak berencana memanggil pengurus BUMDes maupun pihak lain karena keterangan yang telah disampaikan dinilai sudah mewakili.

Dalam RDP itu juga dibahas terkait dana Rp87 juta yang disebut dibawa oleh Ketua BUMDes. Ketua Komisi 1 menyebutkan telah ada perjanjian dan yang bersangkutan menyatakan kesanggupan untuk mengembalikan.

“Sudah dibahas, akan diselesaikan secara internal sesuai kesepakatan mereka,” kata Nuri.

Namun demikian, sikap berbeda justru ditunjukkan usai rapat. Saat hendak dikonfirmasi awak media, Camat Geneng Bambang Indarto dan Penjabat Kepala Desa Joko Waluyo memilih menghindar.
Keduanya tampak bergegas meninggalkan lokasi dan enggan memberikan keterangan.

“Gak ada mbak, gak ada,” ujar keduanya singkat sembari berlalu menaiki tangga, tanpa menjawab pertanyaan wartawan.