MANGGARAI, terbitan.com – Pandai menangkap peluang adalah salah satu kunci sukses dari seorang pelaku usaha. Mebel, adalah salah satu usaha di bidang industri kreatif yang memiliki potensi keuntungan besar yang patut di geluti.

Peluang usaha ini sangat menjanjikan karna banyak masyarakat yang ingin menggunakan furniture rumah yang berbahan dasar kayu. Selain alasan lebih eksotis, elemen kayu pada sebuah rumah dapat menampilkan kesan alami dan juga klasik.

Seperti itulah yang di lakukan oleh Salesius Salesman (47) pria asal Golo Lando, Kecamatan Lelak, Kabbupaten Manggarai, NTT. Kepada media ini, Sales sapaan akrabnya menuturkan bahwa dirinya menekuni usaha ini karna melihat prospek serta potensi keuntunganya yang sangat besar.

“Mayoritas masyarakat Manggarai inikan petani, sehingga menggantungkan hidup dari hasil usaha pertanian. Kalaupun ada yang mempunyai usaha mebel seperti ini kadang orang menjadikanya sebagai sampingan, padahal usaha ini sangat potensial dan memiliki prospek bagus”, tuturnya.

Sales menceritakan, usahanya ini bermula ketika terinspirasi dari seorang temanya asal pulau Jawa. Dengan temanya itu ia berdiskusi banyak tentang usaha ini.

“Mulanya saya terinspirasi dari pengalaman seorang teman di pulau Jawa. Dia menceritakan semua pengalamannya tentang peluang serta potensi usaha ini. Dari hasil diskusi itu saya jadi berminat untuk bergelut dalam usaha ini,” terangnya.

Niat dan tekadnya untuk menjalankan usaha ini memacu semangat Salesius Salesman untuk belajar lebih dalam tentang usaha Mebel sehingga tak tanggung-tanggung ia berinisiatif untuk belajar di perusahaan mebel besar di Jawa.

“Saya punya tekad yang kuat untuk menekuni usaha ini, sehingga saya merasa perlu untuk belajar semua ilmu tentang Mebel. Tahun 2008 saya pernah belajar langsung di sebuah perusahaan expor Mebel tujuan Singapoera, belajar tentang ilmu seni ukir dan seni rupa. Tujuan dari ilmu ini adalah bagaimana mendesain suatu prodak mebel menjadi lebih seni dan menarik. Pernah juga belajar finishing di suatu perusahaan mebel terbesar di pulau Jawa. Semua ini saya lakukan semata-mata agar usaha saya ini tidak hanya sekedar membuat namun lebih dari itu memberi kesan seni dan menarik pada prodak yang saya buat,” jelasnya.

Atas pengalaman dan keahliannya dalam dunia Mebel, Sales pernah diminta mengikuti diklat kewirausahaan utusan Kabupaten Manggarai.

“Saya pernah di utus oleh Dinas perdagangan dan perindustrian Kab Manggarai untuk mengikuti Diklat kewirausahaan di Kupang pada tahun 2012. Materi yang di dapat waktu itu adalah manajemen usaha dan saya di minta untuk mempresentasikan usaha Mebel. Pernah juga di kirim ke Bandung utusan Propinsi NTT untuk melihat langsung prodak Mebel di DEKRANASDA (Departemen Kerajinan Nasional Daerah Bandung) pada tahun 2015. Kalau di Manggarai saya sering dipakai oleh Dinas Perindustrian untuk mendesain stan pada pameran. Kemudian sering juga di minta secara pribadi oleh orang-orang yang ingin belajar usaha Mebel,” terang pria lima anak ini.

Menurutnya, butuh fokus dan keseriusan dalam menjalankan usaha. Belajar seluk beluk dari usaha yang kita geluti, menjadi suatu keharusan.

“Saya mulai fokus dan mengurusi ijinan usaha ini pada tahun 2009. Saya memang tidak punya lahan sawah dan perkebunan, sehingga usaha ini satu-satunya tempat saya cari uang,” tutupnya

Kini usaha Mebel milik Salesius Salesman berlokasi di Golo Lando, Desa Lentang, Kec. Lelak, Kab Manggarai. Hasil kerjanya diminati oleh orang-orang Manggarai bahkan sampai di Ende.