NGAWI, Terbitan.com – Sembari menunggu sang putra putri di Sekolah Taman Kanak – Kanak (TK), Para Ibu di Desa Gunungsari Kecamatan Kasreman Kabupaten Ngawi sibuk menganyam tas plastik di Pendopo Desa.

Dengan Jari jemari yang lincah saling menautkan tali plastik hingga menjadi sebuah tas beraneka ragam warna dan bentuk itu sangat menarik perhatian.

Puji, salah satu warga Dusun Gunung Kendil RT 1 RW 1 ini mengaku dirinya setiap hari menyelesaikan kurang lebih 20 tas perhari dengan upah per tas 2 ribu rupiah.

“Setiap hari 20 buah sedangkan per tas upahnya 2 ribu kalau saya, (sambil menunjukan karya yang sudah jadi) tergantung sih, besar kecilnya bahan kalau bahan sendiri dari pengepul jadi kita disini mengambil dari pengepul setelah itu setor tas yang sudah jadi baru dapat upah, ” Jelasnya. Selasa(23/01/24)

Pun demikian sama halnya dengan Yati ia juga mengaku sangat terbantu dengan kegiatan membuat tas anyaman.

“Untuk upah variatif dari 1200 sampai 2000 karena kami disini mengisi waktu luang ya setidaknya agar dapur tetap ngebul, harga tas sangat bervariatif juga dari 15 ribu hingga 20 ribu tergantung besar kecilnya,” ujarnya.

Ternyata kegiatan seperti ini memang sempat di lirik oleh pemdes setempat, ditemui di ruang kerjanya Naryo kaur Keuangan menjelaskan, ” Memang Pak Kades Minto juga ingin ibu ibu diberikan fasilitas berupa bahan dan nanti untuk Bumdes anggaran 2024, Pemdes ingin mengajak ibu ibu bekerja sama jadi tidak perlu ke tengkulak lagi tapi bahan melalui desa dan nanti desa juga akan membantu pemasarannya, jadi tas anyaman bisa menjadi produk lokal ungulan Desa, ” Tutur Naryo menirukan arahan Kades .