MANGGARAI TIMUR, terbitan.com – Produksi minyak kelapa murni (virgin coconut oil) di Kabupaten Manggarai Timur sangat ramah terhadap lingkungan sekitarnya.

Pasalnya, produksi minyak kelapa murni yang persisnya terletak di Kampung Watunggong, Kelurahan Tanahrata Kabupaten Manggarai Timur, NTT masih menggunakan cara tradisional dan telah menjadi pekerjaan pokok warga kampung tersebut.

Hipolista Anut (39), warga RT 004/RW 001 ketika ditemui terbitan.com, Jumat (12/4/2019) di kediamannya menyampaikan bahwa, usaha kecil rumah tangga dalam pengolahan minyak kelapa murni digelutinya sejak tiga tahun lalu.

“Usaha ini kami mulai sejak tiga lalu dengan peralatan ala kadarnya, dibantu oleh mesin penggilingan kelapa milik orang lain. Stelah di giling, pengolahannya benar-benar menggunakan cara tradisional” ungkapnya.

Dikatakan Hipolista, kelapa yang akan diproduksi menjadi minyak kepala murni di himpun dari kebun miliknya.

“Jadi kami himpun kelapanya dulu dari kebun, Bapak menghimpun itu lalu dibersihkannya sampai siap di hantar ke tempat penggilingan” ungkapnya.

Hipolista menjelaskan tentang proses tradisional pengolahan minyak kelapa murni tersebut. Dikatakannya, jenis kelapa yang dipilih untuk proses tersebut adalah kelapa yang benar-benar matang..

“Jadi kelapa yang digunakan itu kelapa tua dalam jumlah banyak di giling, dicampur dengan air secukupnya lalu di peras dan dijemur santannya diterik matahari selama kurang lebih dua jam sampai minyak kelapa naik ke permukaan wadah tempat penyimpanan santan kelapa. Selanjutnya pisahkan air dan minyak kelapa dengan cara disedot menggunakan selang kecil berwarna putih. Kemudian di jemur kembali minyak kelapa tersebut sampai muncul minyak berwarna bening yang biasa disebut minyak kelapa murni” jelasnya.

Lanjut Hipolista, minyak kelapa hasil sedotan pertama di sedot kembali dan di jemur kembali selama dua hari.

“Kemudian di sedot kembali minyak yang berwarna bening tadi ke wadah lainnya, lalu dijemur kembali selama dua hari sampai betul-betul berwarna bening. Setelah minyak kelapa benar-benar bening, kemudian di simpan dalam botol untuk dipasarkan” jelasnya.

Untuk menghindari terjadinya pembekuan kata Hipolista, minyak kepala murni yang telah di simpan dalam botol di jembur terus menerus sambil menanti pelanggan yang membelinya.

“Harganya per botol bervariasi Rp. 25.000 sampai Rp. 30.000 dan cukup untuk kebutuhan rumah tangga” ungkapnya

Dirinya mengatakan, usaha kecil rumah tangga yang ditekuninya itu terkendala pada pengadaan mesin penggilingan kelapa.

“Kita masih terkendala mesin parut kelapa. Sejauh ini belum ada bantuan pemerintah untuk usaha kami ini” tutupnya.

Pantauan terbitan.com, Kelurahan Tanahrata sangat potensial untuk usaha pengolahan minyak kelapa murni, pasalnya setiap warga memiliki pohon kelapa dalam jumlah banyak.