BONDOWOSO, terbitan.com – Miris, dua gadis di bawah umur di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan orang-orang terdekatnya. Kedua kasus itu kini dalam penanganam polisi.
“Begitu dapat laporan, kami langsung memintakan VER. Meski kasusnya berbeda, keduanya sudah dalam penanganan polisi,” kata AKP Jamal, Kasat Reskrim Polres Bondowoso, saat dikonfirmasi di Mapolres, Jl Veteran, Selasa (9/4/2019).
Menurut Jamal, pihaknya sudah mengamankan kedua pelaku untuk penyidikan lebih lanjut serta menetapkan tersangka. Dari dua pelaku, kini satu pelaku langsung dijebloskan ke tahanan, berikut sejumlah barang buktinya.
“Dua pelaku pemerkosaan, satu pelaku langsung ditqhan dan satu lagi tidak kami tahan karena masih dibawah umur. Namun proses hukumnya tetap jalan,” pungkasnya.
Informasi yang dihimpun dari kepolisian, kasus pertama menimpa anak gadis berusia 13 tahun asal Kecamatan Sukosari. Pelakunya adalah Samsul (25), warga Desa Wonokusumo, Kecamatan Tapen.
Kejadian itu bermula saat pelaku yang sudah beristri tersebut mengajak korban yang sudah dikenalnya itu untuk bertemu di suatu tempat di Desa Nogosari, Sukosari, beberapa hari lalu.
Di tengah suasana sepi, pelaku mulai mengeluarkan rayuan pada korban untuk mau berhubungan intim. Merasa rayuannya tak mempan, pelaku lantas mengancam dengan mengeluarkan pisau yang tampaknya sudah dipersiapkan.
Lantaran di bawah ancaman, korban dengan terpaksa menyerah pada kemauan pelaku. Pelaku kemudian dengan leluasa melampiaskan nafsu bejatnya.
Akibat kejadian itu, begitu sampai di rumah korban lalu melaporkan semua kejadian memilukan tersebut ke orang tuanya. Tak terima atas perbuatan itu, orang tua korban lantas lantas melaporkan kejadian tersebut ke polisi.
Kejadian berikutnya lebih memprihatinkan, dialami seorang gadis berusia 13 tahun asal Kecamatan Tegalampel Pelaku adalah Miskan (36) warga Karang Anyar, Kecamatan setempat.
Pasalnya, Miskan tersebut melakukan pemerkosaan terhadap anak kandungnya. Perbuatan bejat ayah kandungnya terkuak setelah korban Mawar menceritakan kepada tetangga dekatnya.



Tinggalkan Balasan