PAMEKASAN, terbitan.com – Menjawab arahan Presiden Prabowo Subianto terkait kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang tidak boleh terjebak seremonial dan pemborosan, Polres Pamekasan menegaskan komitmennya untuk menghadirkan FGD yang berbasis aksi nyata.

Kasihumas Polres Pamekasan Ipda Yoni Evan Pratama mengatakan, pihaknya sangat mendukung penuh arahan Presiden. Namun, FGD yang digelar Polres Pamekasan memiliki pendekatan berbeda.

“Pada prinsipnya kami sangat mendukung dan sepakat dengan arahan Presiden Prabowo. Kegiatan pemerintah tidak boleh sekadar seremonial atau pemborosan. FGD yang dilaksanakan Polres Pamekasan sifatnya laction-oriented atau berbasis aksi nyata,” ujar Ipda Yoni, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, dalam FGD tersebut Polres Pamekasan mengumpulkan tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan bukan untuk berdiskusi teori. Tujuannya adalah merumuskan solusi konkret atas dinamika dan permasalahan di wilayah hukum Pamekasan.

Langkah ini sejalan dengan komitmen Kapolres Pamekasan AKBP Wahyu Hidayat untuk memperkuat sinergi dan kebhinekaan di tengah masyarakat. Setiap poin kesepakatan yang lahir dari forum dipastikan langsung dieksekusi di lapangan.

“Output utama dari agenda FGD ini bukan sekadar lembaran dokumen rekomendasi. Tapi langkah kerja bersama secara nyata demi menjaga kondusivitas dan kenyamanan warga Pamekasan,” tegasnya.

Sebelumnya, Kapolres Pamekasan AKBP Wahyu Hidayat menggelar FGD bertajuk “Merawat Bhinneka Tunggal Ika, Memperkuat Kesatuan Bangsa di Tengah Polarisasi dan Ruang Digital” di Ruang Rapat Tatag Trawang Tungga.

Kegiatan ini dihadiri Pejabat Utama Polres, Ketua PKDI Kab. Pamekasan Farid Afandi, tokoh masyarakat, perwakilan Sabuk Kamtibmas, hingga organisasi kemasyarakatan di Pamekasan.

FGD tersebut menjadi wujud nyata Polres Pamekasan dalam merawat persatuan dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.