PAMEKASAN, terbitan.com – Di balik angka kerugian Rp7,8 miliar kasus penipuan investasi oleh Anis, mantan pegawai BRI Cabang Pamekasan, ada cerita pilu 17 keluarga korban.

Saat audensi di DPRD Pamekasan, para korban akhirnya berkesempatan menyampaikan langsung keluh kesah mereka selama ini.

Rudi salah satu korban, mengaku sudah puluhan tahun jadi nasabah BRI. Ia dijanjikan masuk program “nasabah terbaik” oleh Anis.

“Saya ini orang kecil, nggak sekolah. Saya percaya karena dia pegawai BRI. Katanya ini program dari bank, nasabah terbaik,” ucap Rudi di hadapan anggota dewan. Selasa (11/8/2026)

Ia mengaku sampai menjual aset dan masih menyimpan slip penyetoran serta rekening koran sebagai bukti.

“Saya nggak minta pelaku dihukum saja. Yang saya minta uang saya dikembalikan. Itu uang kami,” katanya.

Rudi juga menceritakan, sebelum pelaku ditangkap, dirinya dan korban lain sudah beberapa kali melakukan audiensi ke BRI dan bahkan unjuk rasa. Namun belum ada kepastian.

Perwakilan korban lain, Hairudin mempertanyakan ke mana aliran dana Rp7,8 miliar itu mengalir.

“Kami yakin ini tidak dilakukan sendiri. Ada yang transfer ke mertuanya, ada yang ke karyawan BRI lain,” ujar Hairudin.

Ia mendesak pihak BRI menjelaskan sejelas-jelasnya kemana saja uang para korban mengalir. “Kami butuh kepastian. Titik penyelesaiannya seperti apa,” tegasnya.

Para korban kini berharap Komisi II DPRD dan Polres Pamekasan bisa mengawal kasus ini sampai tuntas dan uang mereka kembali.

Kasus yang sudah berjalan 6 tahun ini kini ditangani serius. Kasatreskrim menyebut berkas perkara ditargetkan P21 minggu depan.