BONDOWOSO, Terbitan.com – Laporan LSM Internal Government Wacth (IGW) ke KPU-RI, KPU Jatim dan timsel, terkait adanya dugaan pelanggaran etik yang dilakukan oleh Komisioner KPU Kabupaten Bondowoso, periode 2013-2018 dalam pengangkatan PPK tahun 2017
Menurut Johan Bina Birawa, ketua LSM IGW bahwa dugaan pelanggaran etik yang dilakukan oleh Komisioner KPU Kabupaten Bondowoso, saat rekruitmen anggota PPK. Dalam hal pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso Tahun 2018, pada tahun 2017.
“Saya laporkan itu karena diduga tidak objektif dan memaksakan sesuai dengan kehendak dan kepentingannya dalam menentukan anggota PPK di hampir semua Kecamatan Kabupaten Bondowoso, tanpa didasarkan pada Nilai test para peserta selaku calon anggota PPK,” kata Johan, Rabu (29/5/2019)
Sebagai contoh sambung Johan, pelanggaran etik pada rekruitmen anggota PPK dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso Tahun 2018, untuk Kecamatan Kota Bondowoso, sebagai berikut:
Nama yang lolos 10 besar, dengan nilai: Arif Filla 50, Ashari Efendi 49, Budi Wijayanto 54, Catur Jayanti 60,
Erwin Supriyanto 51, Hamka Cahyaning Warga 61, Indah Karina Hendrarini 59,
MOH. Halid 55, Soni Luki Asmasi 60, Sri Wagini 44.
Sementara nama yang lolos 5 besar, ada dua nama dengan nilai terkecil yang diloloskan: Arif Filla 50, dan Sri Wagini 44. Kesalahan nyata yang telah dilakukan Komisioner KPU Bondowoso mengangkat dua nama sebagai PPK Kecamatan Bondowoso.
“Padahal yang bersangkutan memperoleh nilai terkecil. Komisioner KPU telah mengesampingkan peserta dengan nilai besar atau rengking lima besar,” ujarnya.
Ia juga menyayangkan, pengumunan hasil seleksi calon anggota KPU Kabupaten /Kota Zona VII Provensi Jawa Timur Periode 2019 – 2024 nomor: 7/PP.06-Pu/35/Tim-Sel-Zona-VII/V/1019, ternyata masih ada dua Komisioner KPU Kabupaten Bondowoso Periode 2013 – 2018 yang saat ini masih lolos seleksi yaitu: 1. JUNAIDI dan 2. AMIRUDIN MAKRUF
“Seharusnya berdasarkan pelanggaran tersebut diatas sudah tidak layak untuk diloloskan menjadi Komisioner KPUD Kabupaten Bondowoso periode 2019 – 2024,” pungkasnya



Tinggalkan Balasan