Malam Cekcok, Pagi Hari Istri Bunuh Suami

Caption : Pelaku Lis Ernawati, telentang di halaman rumahnya dalam kondisi diikat tangannya oleh warga

BANYUWANGI, Terbitan.com – Warga Dusun Karangharjo RT 10 RW 01 Desa Temuasri, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi geger. Karena pada Rabu pagi (24/6/20) sekira jam 05.05 WIB menemukan Mistari (63) sudah dalam kondisi tewas. Diduga, korban tewas akibat dianiaya dengan alat ganco oleh istrinya sendiri yang bernama Iis Ernawati (37).

Pertamakali yang menemukan jasad korban adalah Andri Subagio (27), yaitu tetangga dekatnya. Sontak saksi Andri pun berteriak teriak mengundang datang warga lainnya.

Baca Juga :

Sebagaimana kronologi yang disampaikan saksi Andri, malam sebelum kejadian itu antara korban dan pelaku memang sempat terjadi cekcok cukup sengit dan sudah biasa terdengar tetangganya.

“Sebelumnya keluarga ini memang sering cekcok. Tapi semalam kedengaranya agak seru,” terang Andri.

Karena urusan keluarga, Andri pun tidak mau ikut campur. Hingga terjadilah penganiayaan dan berujung pada tewasnya korban.

Keterangan saksi Andri ini juga dikuatkan oleh saksi lainya yaitu Paidi (30) yang juga tetangga dekat korban. Bahkan keduanya bermaksud hendak memberikan pertolongan. Namun sayangnya nyawa korban tidak bisa diselamatkan.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini menyebutkan, kematian korban disebabkan hantaman benda keras yaitu ganco yang tepat mengenai kepala bagian belakang. Begitu saksi mengetahui korban sudah tak bernyawa, warga lainnya berusaha menghubungi ketua WR setempat, lalu diteruskan ke Kepala Desa, kemudian dilaporkan keaparat kepolisian.

Caption : Lis Ernawati, istri yang tega bunuh suaminya dengan ganco saat di Mapolsek Sempu

Aparat Polsek Sempu yang datang kemudian langsung mengevakuasi jenazah korban untuk dilakukan otopsi guna untuk mengetahui penyebab tewasnya korban. Sementara warga yang lainnya bersama aparat juga mengamankan pelaku yang tak lain istri korban, dengan cara diikat tangannya agar tidak melarikan diri.

Kapolsek Sempu AKP Suhardi SH, melalui Kanit Reskrim Iptu Didik Suhendi membenarkan kejadian tersebut.

“Pelaku sudah kita amankan dan kita lakukan penyidikan. Pelaku kita jerat dengan pasal 340 KUHP yang ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” tegasnya.(HS).

Pos terkait