SANANA, terbitan.com – Proyek pembangunan jalan serta drainase di Dusun III Desa Wailau, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) dikeluhkan warga.

Pasalnya, Proyek APBN milik Satker Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II Malut, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XVI Ambon itu membuat warga resah. Karena parit di sisi timur jalan yang digali oleh kontraktor dibiarkan menganga begitu saja. Sehingga warga yang melintas ke rumahnya harus mengunakan kayu. Dan juga beberapa warga anak juga berulang kali jatuh ke dalam parit sedalam 1 meter lebih itu.

Aini, salah satu warga setempat menuturkan, pihaknya pernah menanyakan hal tersebut kepada pihak kontraktor, hanya saja mereka beralasan anggaran untuk proyek tersebut sudah habis. “Mereka alasannya nanti tahun depan baru di perbaiki,” kata Aini warga setempat.

Dia menceritakan pernah ada warganya yang jatuh dengan motor ke dalam parit karena kepeleset saat hendak melintas diatas papan yang diletakkan di atas parit. “Sudah banyak warga yang jatuh dengan motor ke dalam parit,” tambah Muhidin.

Sementara pantauan terbitan.com ini. Minggu (5/5) parit dengan panjang kira-kira 200 meter dengan lebar 1 meter. Di atas parit terdapat papan yang diletakkan sebagai jalan. Kondisi itu jika dibiarkan sewaktu-waktu bisa longsor maka dapat menggerus badan jalan yang jaraknya hanya beberapa sentimeter dari bibir parit.