SANANA, terbitan.com – Warga soroti proyek pembangunan tambatan perahu di desa Pohea, Kecamatan Sanana Utara, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul). walau pekerjaan ini telah selesai namun ketahanannya dipertanyakan.
Pasalnya proyek tambatan perahu yang menelan anggaran hingga Rp1,9 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2018 yang dikerjakan oleh pihak kontraktor CV. Sarana Mandiri yang digelontorkan oleh Dinas Perhubungan Kepulauan Sula
diduga dikerjakan asal asalan, Rabu (27/03/2019).
“Pembangunan tambatan perahu ini diduga tidak sesuai dengan bestek, hal tersebut disampaikan sala seorang warga Desa Pohea yang nama tidak mau dipublikasihkan kepada media ini beberapa waktu lalu, menurutnya pekerjaan proyek dikerja tergesa-gesa dan terkesan asal-asalan. Sebab, pengerjaannya diduga melewati batas waktu dan volume bangunan terkesan tidak sesuai dengan jumlah anggaran proyek,” tegas Narasumber yang enggan disebut identitasnya.
Sementara tambatan perahu di Desa Pohea hampir seluruhnya bermaterial kayu dan diduga kayu yang digunakan tidak sesuai dengan bestek, sehingga warga khawatir tambatan perahu ini akan cepat ambruk dikarenakan kayu yang digunakan kebanyakan kayu yang sudah lapuk, sehingga membuat tambatan yang dibangun dengan anggaran milyaran rupiah ini tidak akan bertahan lama.
“Pembangunan tambatan perahu ini mempunyai anggaran yang fantastis, diduga ini tidak sesuai bestek pak, karena selain masa pekerjaannya yang sudah terlambat, juga terkesan asal – asalan, kayu hitam yang cocok untuk jadi papan tambatan perahu, karena tahan terendam air laut,” tegasnya.
Sementara pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kepulauan Sula belum dapat dikonfirmasikan hingga berita ini ditayangkan.



Tinggalkan Balasan