SANANA, terbitan.com – Proyek pembangunan sumur yang dilakukan PT Sarana Mandiri pada 2018 di Desa Waihama, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) tak bisa difungsikan. Rabu (29/05)

Pasalnya, saat diuji coba oleh PDAM, sumur yang akan dihibahkan itu langsung kering setelah 11 menit uji coba menggunakan mesin penyedot. Hal itu membuat pihak PDAM langsung menyurat ke Dinas PUPRPKP serta Bupati Sula Hendrata Thes terkait hal itu.

Direktur PDAM Kepsul H. Djuwadi beberapa waktu lalu menuturkan, dari beberapa item pekerjaan dengan anggaran senilai Rp 6 milyar lebih itu hanya 1 item yang dinyatakan selesai 100 persen yakni rehabilitasi rumah mesin pompa di Desa Waibau, sementara sisanya belum bisa dinyatakan rampung.

Salah satu yang dianggap bermasalah yakni pembangunan sumur di Desa Waihama. Dimana sumur tersebut tidak bisa di fungsikan untuk menyuplai kebutuhan air di Sanana.

“Setelah kita uji coba 11 menit airnya langsung kering jadi kita langsung menyurat ke PU dan Bupati, “kata Djuwadi di ruang kerjanya,

Dia menjalankan, salah satu penyebab suplai air di sumur tersebut hanya bisa bertahan 11 menit karena ring beton yang digunakan tidak memiliki pori-pori sehingga tidak ada ruang air. “Harusnya ada pori-pori supaya ada jalan air,” katanya.

Sementara Kabid Cipta Karya Nursaleh mengaku sudah ada kesepakatan antara kontraktor yakni Erawan Hongarta dan PDAM. “Dari kontraktor katanya sepakat untuk memperbaiki kembali,” jelas Nursaleh di ruang kerjanya kemarin.

Menurutnya, proyek tersebut menggunakan dana senilai Rp 380 juta lebih dengan item pekerjaan diantaranya pembuatan sumur dan rehab rumah mesin. “Untuk dari kami akan kita koordinasi dengan pihak ketiga juga untuk proyek itu,” pungkasnya.