SAMPANG, Terbitan.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima siswa SDN Gunung Sekar 1, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, menuai keluhan serius dari orang tua murid.
Pasalnya, jatah MBG untuk satu minggu dinilai sangat minim, bahkan sebagian roti yang dibagikan ditemukan berjamur dan tidak layak konsumsi.
Berdasarkan keterangan orang tua murid serta dokumentasi yang beredar, menu MBG yang diterima siswa hanya berupa roti tawar kemasan, beberapa kotak susu, dan satu buah apel untuk kebutuhan konsumsi selama satu minggu. Kondisi ini dinilai jauh dari standar gizi seimbang bagi anak usia sekolah dasar.
Ironisnya, roti yang diterima siswa tampak mengering dan terdapat bercak jamur pada bagian permukaannya. Sejumlah siswa memilih tidak mengonsumsi roti tersebut karena mencium aroma tidak sedap dan khawatir terhadap dampak kesehatan.
“Ini jatah satu minggu hanya roti, susu, dan apel. Tidak ada nasi, lauk, atau sayur. Bahkan rotinya berjamur. Kalau sampai dimakan anak-anak bisa berbahaya,” ujar salah AH satu wali murid, Selasa (20/12/2025).
Para orang tua menilai, sistem penyaluran MBG dengan jatah mingguan berpotensi besar menurunkan kualitas makanan, terutama produk roti yang memiliki masa simpan terbatas jika penyimpanan tidak sesuai standar.
“Programnya bagus, tapi pelaksanaannya jangan asal. Anak-anak butuh makanan segar, bukan makanan yang disimpan lama lalu dibagikan,” imbuhnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari penyedia MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait temuan roti berjamur tersebut.
Masyarakat berharap, program MBG benar-benar dijalankan sesuai tujuan awal untuk meningkatkan gizi dan kesehatan peserta didik, bukan sekadar formalitas yang justru berisiko membahayakan siswa.


