Sekda Bondowoso Lima Jam Diperiksa Polisi, Dicecar 40 Pertanyaan

Sekda Syaifullah saat menghadirkan panggilan Polres Bondowoso

BONDOWOSO, Terbitan.com – Sekretaris daerah (Sekda) Syaifullah, diperiksa selama kurang lebih lima jam, di Ruang Pidana khusus (Pidsus) Satuan reserse kriminal Polres Bondowoso, Senin (22/6/2020).

Sementara pemeriksaan berlangsung mulai Pukul 11:00-16:00 WIB. Hal ini setelah Sekda Syaifullah ditetapkannya sebagai tersangka pengancaman kekerasan, atau pembunuhan melalui sambungan handphone, terhadap mantan kepala BKD, Alun Taufana pada Juli 2019 lalu.

Bacaan Lainnya

Pantauan dilapangan, selama pemeriksaan tersebut, Sekda didampingi sebanyak tujuh kuasa hukumnya (launyer).

Kuasa Hukum Sekda Bondowoso, Husnus Sidqi mengantakan, dalam pemeriksaan tersebut, ada sekitar 40 pertanyaan yang dilontarkan penyidik ke kliennya tersebut.

Adapun materi pertanyaan sendiri kata dia, adalah terkait kebenaran ancaman pembunuhan kepada Alun, yang tak lain bawahannya melalui sambungan handphone.

“Kita akan ikuti saja proses ini. Sambil menunggu proses selanjutnya. Alhamdulillah, beliau tidak ditahan, karena beliau memang koperatif,” katanya usai mendampingi Sekda.

Pihaknya menyangkal pasal yang disangkakan ke kliennya. Yakni Pasal 45 b UU ITE Juncto Pasal 335 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

“Tidak ada, mengancam kemudian ada perbuatan sesuai dengan pasal yang disangkakan. Pengancaman dengan rekaman itu, kami menganggap bagian dari penyadapan,” paparnya.

Bahkan pihaknya dipertanyakan audio tersebut, karena ini sudah sembilan bulan. “Apakah benar perlu pemeriksaan forensik,” sambungnya.

Dia juga menjelaskan, bahwa saat kejadian Sekda langsung menemui pelapor di kantor BKD. Kliennya hanya menanyakan kenapa undangan pelantikan Sekda saat itu, tidak cepat disebar.

“Ketika itu ada lima saksi. Tidak ada tindakan yang mengarah terhadap kekerasan, bahkan sudah bersalaman dan berpelukan,” pungkasnya.

Pos terkait