SUMENEP, Terbitan.com – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep mulai menjalankan program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan melakukan deteksi dini berbagai penyakit.

Sebanyak 30 Puskesmas di Sumenep telah bersiap memberikan layanan PKG kepada masyarakat, memastikan akses kesehatan lebih luas dan mudah. Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg. Elya Fahdasyah, menegaskan bahwa program ini dapat diakses oleh peserta BPJS.

“Kami ingin memastikan masyarakat mendapat akses kesehatan yang optimal. Mereka yang belum terdaftar dalam BPJS diharapkan segera mengurus kepesertaan, baik secara mandiri maupun melalui bantuan pemerintah daerah,” jelas drg. Elya dalam keterangan resminya.

Sumenep menjadi salah satu daerah dengan cakupan Universal Health Coverage (UHC) yang mencapai 80–90%. Artinya, mayoritas masyarakat sudah bisa mendapatkan layanan kesehatan gratis melalui BPJS.

Namun, PKG berbeda dengan layanan berobat biasa. Program ini ditujukan bagi masyarakat yang ingin memeriksakan kesehatan meskipun dalam kondisi sehat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk melakukan pendaftaran terlebih dahulu sebelum mendapatkan layanan.
Dinkes P2KB juga mengingatkan masyarakat agar segera mendaftar BPJS jika belum terdaftar, karena kepesertaan BPJS menjadi salah satu syarat utama dalam memperoleh layanan PKG.

PKG menyasar tiga kelompok utama dalam masyarakat, yaitu:

Balita – Pemeriksaan tumbuh kembang, mendeteksi stunting dan gangguan kesehatan sejak dini.

Dewasa – Skrining penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi.

Lansia – Pemeriksaan terkait penyakit degeneratif, seperti osteoporosis dan gangguan kognitif.

Menurut drg. Elya, dengan adanya pemeriksaan kesehatan rutin, penyakit bisa dideteksi lebih awal sebelum berkembang menjadi lebih serius.

“Deteksi dini bisa menyelamatkan nyawa dan mencegah penyakit berkembang lebih parah,” tegasnya.