PAMEKASAN, terbitan.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan bersama Puskesmas Talang dan MTs/MA Kyai Mudrikah Kembang Kuning menggelar Aksi Bergizi di Pesantren Tahun 2026 di lingkungan INSAN BOARDING SCHOOL PKMKK. Jumat (2/10/2026)
Kegiatan ini mengusung tema “Wujudkan Pesantren yang Sehat, Santri yang Kuat, dan Generasi Pamekasan yang Unggul.”
Rangkaian acara diisi dengan senam bersama, makan bergizi bersama, serta pemberian tablet tambah darah bagi santri putri sebagai upaya pencegahan anemia dan stunting.
Kegiatan ini menegaskan bahwa kesehatan merupakan fondasi penting bagi tumbuhnya generasi yang sehat, produktif, dan memiliki kesiapan belajar yang optimal. Pendidikan yang bermutu berangkat dari manusia yang sehat secara jasmani dan kuat secara mental.
Karena itu, pesantren sebagai ruang pembentukan generasi memiliki tanggung jawab untuk membangun budaya hidup sehat sebagai bagian dari pembentukan karakter. Aksi Bergizi menjadi ruang edukasi yang mempertemukan kesehatan, pendidikan, dan kepedulian sosial agar santri memahami bahwa menjaga tubuh merupakan bagian dari ikhtiar menjaga amanah kehidupan.
Direktur Utama IBS PKMKK, Prof. Dr. Achmad Muhlis, MA, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, Puskesmas Talang, serta MTs/MA Kyai Mudrikah Kembang Kuning atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia berharap Aksi Bergizi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Pamekasan terhadap kesehatan santri di pondok pesantren.
Sementara itu, Kepala MTs Kyai Mudrikah Kembang Kuning, Dr. Heni Listiana, berharap kegiatan tersebut ditindaklanjuti melalui MoU dan MoA, sehingga kerja sama kesehatan pesantren memiliki landasan kelembagaan dan keberlanjutan program yang lebih terukur.
Dalam kesempatan tersebut, Rizki Syamlan, Koordinator Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, bersama tim Puskesmas Talang turut memberikan edukasi mengenai pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat.
Sementara dr. Feny Retno Ningrum, Dokter Umum Puskesmas Talang, mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap skabies, penyakit kulit menular yang mudah berkembang di lingkungan dengan kepadatan hunian tinggi. Edukasi tersebut menjadi bagian penting dari upaya membangun kesadaran kolektif bahwa kesehatan pesantren membutuhkan kebiasaan hidup bersih, pengawasan, dan pencegahan secara bersama.
Perhatian terhadap kesehatan santri juga diarahkan pada kualitas air yang digunakan dan dikonsumsi di lingkungan IBS PKMKK. Prof. Achmad Muhlis meminta Puskesmas Talang bersama Dinas Kesehatan Kab. Pamekasan untuk melakukan pengujian laboratorium terhadap sampel air, termasuk air bor yang digunakan santri, guna memastikan kualitas dan kelayakannya serta mendeteksi kemungkinan kandungan yang berisiko bagi kesehatan, termasuk kontaminasi seperti mikroplastik dan unsur berbahaya lainnya.
Langkah tersebut penting sebagai bentuk pencegahan dini agar sumber air yang digunakan santri benar-benar aman dan tidak menjadi faktor risiko munculnya maupun penularan penyakit.
Aksi Bergizi di Pesantren menemukan makna yang lebih luas, yakni pesantren yang sehat adalah fondasi bagi santri yang kuat, dan santri yang sehat adalah investasi bagi masa depan Pamekasan. Sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pesantren, madrasah, dan keluarga menjadi modal sosial untuk membangun lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan berkelanjutan.
Dari pesantren yang peduli terhadap kesehatan, diharapkan tumbuh generasi Pamekasan yang unggul dalam ilmu, kuat dalam karakter, sehat dalam kehidupan, dan siap memberikan manfaat bagi masyarakat.


