Masjid Tegalampel Ditutup Sementara, Dinkes Bondowoso : Warga itu Bukan Positif Covid-19

BONDOWOSO, Terbitan.com – Informasi beredar cepat di media sosial (Medsos) di beberapa grup Facebook bahwa Masjid Nurul Yakin, Desa Tegalampel, Kecamatan Tegalampel ditutup sementara waktu.

Hal itu dibenarkan oleh kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, dokter H. Muhammad Imron, sekaligus juru bicara gugus tugas Covid-19 setempat. Mengenai masjid yang belum digunakan tempat ibadah, pada prinsipnya segera dilakukan penyemprotan desinfektan.

Bacaan Lainnya

“Masyarakat tidak usah panik. Semua sudah ditangani sesuai protokol kesehatan,” katanya, Kamis (7/5/2020) melalui sambungan selulernya.

Pihaknya menghimbau agar masyarakat tetap lakukan jaga jarak antar jamaah apabila sholat. Masyarakat juga diminta rajin menjaga kebersihan, terutama mencuci tangan setiap kali selesai melakukan aktivitas.

“Sekali lagi jaga jarak, pakai masker dan siapkan tempat cuci tengan pakai sabun dengan air mengalir,” ungkapnya

Lebih lanjut dr. Imron mengatakan kepanikan masyarakat jangan berlebihan. Lantaran ada seorang santri yang baru pulang dari pondok pesantren (PP) yang rapid testnya reaktif.

Sementara informasi yang disampaikan warga di medsos, kata dr. Imron, bahwa hasil positif swab, itu tidak benar (hoax). Masyarakat tidak perlu khawatir atau resah. Apalagi mengucilkan yang bersangkutan dan keluarganya.

“Jadi jika ada yang menyampaikan bahwa positif swab itu adalah tidak benar (hoax). Namun yang bersangkutan reaktif hasil pemeriksaan rapid test,” jelasnya.

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat sekaligus meluruskan bahwa warga tersebut bukan Positif Covid -19 berdasarkan hasil pemeriksaan RT-PCR (SWAB).

“Karena pemerintah dalam hal ini gugus tugas telah melakukan isolasi kepada yang bersangkutan. Sehingga tidak perlu khawatir lagi,” pungkasnya.

Pos terkait