Pasien BPJS Ditarik Biaya 3 Juta Saat Operasi, Jahitan Lepas Ditolak RS Nindhita Sampang

Aksi di Depan RS. Nindhita Sampang

SAMPANG, Terbitan.com – Setelah sebelumnya Rumah Sakit (RS) Nindhita yang berada di Jl. Samsul Arifin Kabupaten Sampang Madura Jawa Timur disegel poster tuntutan, kini hal yang sama dilakukan keluarga Pasien, jika sebelumnya disebabkan karena penolakan terhadap pasien BPJS, kali ini diduga adanya pungutan biaya terhadap pasien BPJS.

Pasalnya, Risalatul Muawwanah (20) warga asal Dusun Disanah Timur, Desa Disanah Kecamatan Sereseh Kabupaten Sampang, yang mendaftar sebagai pasien BPJS saat melakukan persalinan di Rumah Sakit swasta tersebut. Namun, dengan alasan obat lain ia harus dikenakan biaya sebesar 3 juta.

Baca Juga :

“Saat akan melakukan persalinan ia dirujuk ke RS Nindhita, setibanya saat akan dilakukan operasi ia diharuskan bayar tiga juta untuk kebutuhan obat dan semacamnya, sayangnya tidak diberi kuitansi oleh pihak RS,” kata M. Hari yang mendapingi korban menagih uang tersebut, Kamis (15/10/2020).

Menurut Hari, awalnya tidak ada yang berbeda dan mencurigakan dalam pelayanan yang diberikan di Rumah Sakit Nindhita, hanya saja ada hal aneh yang dialami Muawwanah setelah 3 hari keluar dari rumah sakit itu, jahitan operasi Caesar Korban putus sehingga menyebabkan luka bekas sobekan menganga.

Merasa khawatir atas kejadian itu korban bersama keluarganya kembali mendatangi Rumah Sakit Nindhita untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Namun pihak Rumah Sakit Nindhita menolak korban dengan alasan harus di rawat jalan, dan disitulah terungkap jika sebenarnya pasien dikenakan biaya 3 juta saat hendak pulang,” ungkapnya.

Menurutnya, aksi yang ia lakukan untuk mempertanyakan rincian biaya yang di pungut pihak RS Nindhita sebesar Rp. 3 Juta dari pasien BPJS yang seharusnya Nol rupiah (Tanpa Biaya),

“Aksi yang kami lakukan sebagai bentuk transparansi terkait biaya yang di pungut oleh pihak RS Nindhita,” jelasnya.

Dengan adanya kejadian itu, dirinya menduga pihak Rumah Sakit Nindhita tidak bekerja secara profesional dalam menangani pasien. Bahkan terkesan tidak bertanggung jawab, beruntung ada Rumah Sakit lain yang mau merawat korban.

“Setelah di tolak dari RS Nindhita, korban langsung dibawa kesalah satu rumah sakit terdekat di Sampang untuk mendapat perawatan,” Imbuhnya.

Sementara menanggapi hal itu, Pihak RS Nindhita melalui Mat Saini, Humas RS Nindhita mengatakan dirinya tidak bisa memberikan keterangan lebih mendalam terkait apa yang di sampaikan oleh keluarga korban. Namun dirinya menegaskan bahwa pasien yang menggunakan BPJS tidak dikenakan biaya apa pun.

“Kami harus berkoordinasi dan rapat bersama manajemen terlebih dahulu. Tapi kalo BPJS Nol Biaya,” pungkasnya. (Adie)

Editor: Nia Erlita Parastuti

Pos terkait