Sinung Sudrajad : 10 Ibu Hamil di Bondowoso Terjangkit HIV AIDS

BONDOWOSO, Terbitan.com – Data yang berhasil dihimpun, selama tahun 2018 suspect HIV/AIDS di Kabupaten Bondowoso cenderung bertambah. Tahun 2018 sebanyak 364 orang, sedangkan bulan Agustus tahun 2019 sebanyak 400 orang.

Sumber penyebab, masyarakat Bondowoso, Jawa Timur, meningkat suspect virus yang belum ada obatnya. Karena meningkatnya angka TKI yang bekerja ke luar daerah. Untuk sebaran terbesar penderita HIV/AIDS berada di Kecamatan Sumber Wringin dan Tenggarang.

Baca Juga :

Dari jumlah penderita 400 orang sudah meninggal dunia 2 orang. Jadi penderita saat ini keseluruhannya tinggal 398 orang.

Hal itu, disampaikan oleh Sinung Sudrajad, komisi IV DPRD Bondowoso, dari politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Senin (19/8/2019).

Ironinya, dari penderita 198 orang, ada 10 orang penderita ibu hamil dan sudah dinyatakan positif HIV.

“Kami berharap Program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke anak secepatnya bisa teratasi, sehingga tidak ada lagi bayi yang tertular,” pintanya.

Harapan dia, petugas untuk segera melakukan dan memberikan bantuan pengobatan. Tujuannya agar proses persalinan aman dan si bayi selamat.

“Pada APBD tahun ini, Dinas Kesehatan bersama stakeholder terkait dan Yapikma Yayasan Pemberdayaan Intensif Kesehatan Masyarakat) segera turun. Guna memberikan sosialisasi dan pendampingan yang lebih intensif lagi,” ujarnya.

Lanjut Sinung, sapaan akrabnya mengatakan sejauh ini yang paling intens bergerak adalah Yapikma. Mereka itu dibayar atau tidak, tetap mendampingi dan mensosialisasikan apa dan bagaimana AIV/AIDS di masyarakat.

Tak hanya itu, dia mengimbau agar para pemangku kesehatan segera bergerak di lingkungan sekitar. Supaya memberi penyadaran dan pemahaman terhadap masyarakat, apa dan bagaimana HIV/AIDS.

Sosialisasi ini sangat penting karena di lingkungan kota pun, asumsi masyarakat yang selama ini menilai bahwa HIV/AIDS  mudah menular lewat sentuhan dan semacamnya bisa diubah.

“Jadi kasian penderita akan terkucilkan. Saya harap sosialisasi dilakukan lebih intens lagi,” ungkapnya.

Terbitan Terkait