SANANA, Terbitan.com – Warga Kabupaten Kepulauan Sula, khususnya di Kecamatan Mangoli Barat dan Kecamatan Mangoli Utara, kembali menyuarakan keluhan terkait kondisi jalan provinsi yang semakin memprihatinkan. Ruas jalan yang menghubungkan Desa Dofa dan Desa Lekokadi kini dipenuhi lubang serta genangan air, terutama saat musim hujan tiba.

Kondisi jalan yang rusak berat ini telah berlangsung cukup lama tanpa penanganan berarti. Warga mengaku kerap kali mengalami kesulitan saat melintasi jalan tersebut, terutama pengendara sepeda motor yang harus ekstra hati-hati agar tidak terperosok ke dalam lubang.

“Sering kali pengendara motor jatuh karena masuk lubang yang tak terlihat, apalagi saat malam atau musim hujan,” ungkap Rahmat Hidayat, warga setempat, kepada Terbitan.com, Senin (30/6/2025).

Rahmat menuturkan, kondisi ini sudah memakan banyak korban, terutama para pengendara roda dua yang setiap hari melintasi jalur tersebut. Bahkan, tidak sedikit warga yang mengalami luka akibat terjatuh di jalan berlubang tersebut.

Ia mendesak Pemerintah Provinsi Maluku Utara agar segera mengambil tindakan tegas dengan memperbaiki jalan secara menyeluruh. Menurutnya, perbaikan yang dilakukan sebelumnya hanya bersifat tambal-sulam dan tidak bertahan lama.

“Kami butuh perbaikan permanen, bukan asal tambal saja. Kalau pakai material yang jelek, nanti rusak lagi dalam beberapa bulan,” tegasnya.

Selain merusak kendaraan warga, kondisi jalan yang buruk juga berdampak pada aktivitas ekonomi dan transportasi. Banyak pengangkut hasil bumi dari desa ke kota yang kesulitan mengakses pasar karena jalan yang tidak layak dilalui.

“Kalau sudah hujan, jalannya seperti kubangan. Mobil pun susah lewat, apalagi motor,” tambah Rahmat.

Warga berharap, Pemprov Maluku Utara maupun DPRD dapat turun langsung melihat kondisi lapangan dan menjadikan ini sebagai prioritas pembangunan infrastruktur di wilayah kepulauan.

“Kami hanya minta perhatian yang serius. Kami di sini juga bagian dari provinsi, jangan terus dibiarkan,” pungkasnya.