JAKARTA, terbitan.com – Dalam upaya mengurangi kepadatan penduduk DKI Jakarta dan dalam memotivasi kesadaran masyarakat dalam menyukseskan program “dua anak cukup” Kodam Jaya Jayakarta bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar pencanangan TNI Manunggal Keluarga Berencana (KB) Kesehatan di Gelanggar Olah Raga (GOR) Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (30/4).

Asisten Teritorial Kepala Staf Kodam Jaya Jayakarta, Kolonel Inf Jacky Ariestanto mengatakan, dengan adanya pencanangan ini maka menandakan telah dimulainya program KB Kesehatan di seluruh wilayah DKI Jakarta pada tahun 2019. Program akan berjalan selama enam bulan ini menargetkan sebanyak 29 ribu akseptor baru di seluruh wilayah DKI Jakarta, tutur Kolonel Inf Jacky Ariestanto

“Kegiatan ini masuk pada tahun anggaran 2019.dan di latarbelakang terhadap kepadatan penduduk Jakarta yang masih culup tinggi srts ketidak idealnya laju pertumbuhan dari sisi angka kelahiran.maka program ini diharapkan memberikan kesadaran masyarakat terhadap program ‘dua anak cukup’, yang kedepannya orang tua dapat lebih fokus mendidik anak untuk menjadi generasi penerus bangsa dan negara,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta Tuty Kusumawati menerangkan, program TNI Manunggal KB Kesehatan ini memiliki dampak signifikan terhadap laju pertumbuhan penduduk di DKI Jakarta.

“Total Fertility Rate (TFR) atau rata-rata potensi masyarakat untuk memiliki anak di Jakarta sebelumnya sekitar 2,2 persen. Namun hal ini belum dibarengi dengan kesertaan masyarakat ber-KB yang tinggi. TFR relatif rendah tetapi kesertaan ber-KB nya juga masih sangat rendah, yakni 57 persen. Itu sebabnya kita memitigasi agar tidak terjadi booming lagi untuk ledakan penduduk di DKI Jakarta,” terang Tuty.

Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim menerangkan, Pemerintah Kota akan terus mendorong berjalannya program ini hingga ke tingkat kecamatan. ini dilakukan guna menyisir para akseptor KB baru atau pemula sehingga berdampak pada pengendalian penduduk di Jakarta Utara

“Walikota juga telah mengitrulsikan kepada camat untuk bekerjasama dengan Danramil setempat dalam menjalankan program ini selama enam bulan ke depan, melalui pendekatan para relawan, hingga apparat (Pemda, TNI-Polri) tentang bagaimana mengatur kelahiran penduduk di Jakarta Utara,” tutupnya.

“Anita Wulandari warga warakas kecamatan Tanjung Priok mengaku senang dengan adanya program ini. Dirinya yang baru pertama kali mendatangi program ini mendapatkan pencerahan terhadap manfaat penggunaan kontrasepsi KB.akunya
Selain pencanangan program KB TNI Manunggal diadakan juga berbagai pelayanan kesehatan. Diantaranya pelayanan KB Kesehatan,pengobatan umum dan gigi, donor darah, IVA tes, imunisasi, sunatan masal, pemberian sembako, pemberian bibit pohon dan bibit ikan. Terdapat pula pemberian KTP-E, Akte kelahiran, dan KIA, kaca mata gratis, kursi roda, hingga bazzar,” pungkasnya.