JAKARTA, Terbitan.com – Puluhan dosen dari Politeknik Negeri Madiun (PNM) bergabung dalam aksi bersama ratusan dosen lainnya di Bundaran Patung Kuda, Jakarta. Aksi yang digelar Senin (03/02/2025) ini merupakan bagian dari perjuangan Aliansi Dosen ASN Kemendiktisaintek Seluruh Indonesia (ADAKSI) untuk menuntut pemerintah segera mencairkan tunjangan kinerja (tukin) bagi dosen ASN di lingkungan kerja Kemendiktisaintek tahun 2025.
Koordinator aksi perwakilan dari PNM, Qimmiyatus Sa’adah, menyampaikan bahwa sebanyak 32 dosen berangkat dari Kota Madiun sejak Minggu (2/02/2025) untuk bergabung dalam aksi nasional ini. Saat ini, mereka berada di lokasi aksi bersama sekitar 300 dosen dari berbagai daerah di Indonesia.
“Agenda kami masih sama, yaitu menuntut tunjangan kinerja untuk dicairkan sesegera mungkin. Karena sudah ada peraturan pemerintahnya dan Kementerian Sains juga sudah menerbitkan edaran bahwa ada kekeliruan dalam birokrasi di masa kepemimpinan sebelumnya. Sehingga secara birokrasi, apa yang menjadi hak kami itu tidak diajukan ke Kementerian Keuangan,” ujar Qimmiyatus Sa’adah.
Aksi ini diikuti oleh 32 dosen dari PNM yang terdiri dari dosen PPPK dan PNS, serta sekitar 110 dosen dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur. Mereka berharap dapat bertemu langsung dengan Menteri Diktisaintek untuk menyampaikan aspirasi mereka secara langsung.
“Kurang lebih 300 dosen dari perwakilan seluruh Indonesia berkumpul dalam aksi ini. Kami berharap tunjangan kinerja segera cair dan, jika memungkinkan, kami dapat bertemu langsung dengan Pak Menteri, bahkan Presiden,” ungkap Qimmiyatus Sa’adah yang juga merupakan Dosen Akuntansi di PNM.
Aksi ini menjadi wujud nyata perjuangan para dosen ASN dalam mendapatkan hak mereka. Para peserta aksi menegaskan bahwa mereka akan terus berjuang hingga tuntutan mereka dipenuhi oleh pemerintah.


