Oleh: Moch Thoriqil Akmal B, S.H

Pernah kamu sadar di Bar tidak ada jam?
Pernahkah kamu tanya kenapa di Mall tidak ada jendela?

Dan kenapa kamu kalau sudah masuk, waktu terasa meleleh, uang ikut habis, dan tiba-tiba kamu ada di kasir dengan barang-barang yang kamu niat tidak dibeli dari awal?

Selamat datang di dunia dimana arsitektur, pencahayaan, musik dan aroma
Semuanya bukan sekedar desain.
Tapi alat untuk mengontrol kesadaran namanya Behavioral Desain

Kalau kamu kira manipulasi itu cuma soal kata-kata, kamu salah
Dunia modern ini memanipulasi dengan ruang, waktu, dan atmosfer.

Bar tidak pasang jam, supaya kamu tidak sadar sudah berjam-jam disana.
Mall tidak punya jendela, supaya kamu tidak tahu kalau di luar hari sudah malam.

Restoran cepat saji dibuat cepat, supaya kamu makan cepat dan segera pergi biar kursinya dipakai pelanggan lain.

Musik cafe dibuat pelan dan santai, supaya kamu betah berlama-lama dan memesan lebih banyak.

Supermarket meletakkan susu di pojok belakang, supaya kamu harus melewati puluhan rak sebelum sampai kesana.

Ilmunya apa?
1. Behavioral economics (ilmu tentang bagaimana orang membuat keputusan yang irasional secara sistematis)
2. Environmental Psychology (ilmu tentang bagaimana lingkungan fisik mempengaruhi perilaku manusia)
3. Nudge Theory (tehnik memengaruhi keputusan tanpa memaksa, cukup dengan “dorongan halus)

Contoh nyata yang lebih dekat lagi
Di instagram, kamu tidak bisa liat waktu dengan mudah. Biar kamu scroll terus. Algoritma tau kamu manusia yang tidak kuat godaan dopamine.

Di minimarket, snack dan coklat diletakkan dikasir, supaya kamu bisa beli sekalian, meski tidak niat membelinya.

Lalu apa masalahnya?
Masalahnya bukan di barang
Masalahnya di kesadaran yang dicuri

Kita berpikir kita memilih. Padahal kita didorong. Kita merasa “aku pengen ini” padahal itu “dibikin pengen”. Kira-kira kita sadar, padahal kita sedang di hipnotis oleh desain.

Nah apa kesimpulannya?
Ketika kamu masuk ke tempat yang membuat yang membuatmu lupa waktu, lupa diri, lupa tujuan dan lupa dompet.

Dan ketika dunia semakin pintar menyusun cahaya, suhu, warna, dan suara. Maka satu-satunya benteng yang tersisa adalah kesadaran.

Para milik judol, supermarket, dan segala bisnis yang ada didunia ini mereka tidak cuman sewa arsitek, untuk membuat bangunan, mereka juga sewa ahli psikolog agar bisa memanipulasi pelanggan, mereka glontorkan uang ratusan hingga triliunan rupiah, agar tempat dan desain mereka nyaman diliat dan menarik pelanggan untuk cepat mengambil keputusan.

Tehnik-tehnik psikolog itu ada disekitar kita, jadi rugi rasanya kalau kita luput dari itu. Sudahlah, dunia ini penuh manipulasi dan tugas kita bukan ikut arus tapi buka mata.