PAMEKASAN, terbitan.com – Komitmen Pamekasan untuk mendorong Madura menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau kembali ditegaskan. Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman menyatakan siap mengawal penuh penyiapan dokumen usulan tersebut.

Hal itu disampaikan saat menerima audiensi Karsana Muda Madura (KAMURA) di Rumah Dinas Bupati, Pendopo Ronggosukowati, Rabu (16/9).

Audiensi ini merupakan bagian dari roadshow KAMURA ke empat kabupaten di Madura untuk mematangkan usulan KEK Tembakau sebagai satu kawasan dengan empat klaster.

Menurut Kholilurrahman, Pemkab Pamekasan sejak awal berada di barisan terdepan untuk menyukseskan KEK Madura. Ia menilai KEK adalah visi bersama seluruh masyarakat Madura.

“Kami ikut mengawal agar ini sukses. Berdirinya KEK di Madura adalah visi dan keinginan kita bersama,” tegas Kholilurrahman.

Ia mengaku sangat bersemangat dengan kekompakan empat kabupaten di Madura dalam mendorong KEK. Menurutnya, kebersamaan ini menjadi kunci agar usulan bisa terealisasi.

“Saya sangat bersemangat. Ini menjadi harapan kita sekalian. Kebersamaan ini membuahkan hasil,” ujarnya.

Lebih jauh, Kholilurrahman menilai KEK akan mengangkat posisi Madura dari sekadar pemasok bahan baku menjadi pusat industri tembakau nasional.

“Madura ini sentra tembakau nasional. Arahnya nanti Madura jadi pusat industri tembakau nasional,” katanya.

Terkait salah satu syarat utama KEK yakni kesiapan lahan, Bupati memastikan Pamekasan siap menyediakannya.

“Lahan. Di lingkungan Pamekasan, lahan akan disiapkan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua KAMURA Subairi Muzakki mengapresiasi respons Pemkab Pamekasan. Ia menjelaskan skema KEK yang diusung adalah satu kawasan dengan empat klaster agar semua kabupaten mendapat manfaat ekonomi.

Menurut Subairi, komitmen lahan dari masing-masing kabupaten menjadi kunci agar dokumen bisa naik ke pemerintah pusat.

“Tanpa komitmen lahan, dokumen usulan tidak bisa naik ke tahap berikutnya,” kata Subairi.

Diketahui, usulan KEK Tembakau Madura telah memasuki tahap lanjutan. Empat bupati se-Madura sebelumnya telah menandatangani surat bersama yang meminta Gubernur Jatim mengajukan Madura sebagai KEK ke pusat.

Koordinasi di tingkat provinsi bersama OPD Pemprov Jatim sendiri telah digelar pada 6 Agustus 2026 lalu.

Sebelum ke Pamekasan, KAMURA juga beraudiensi dengan Wabup Bangkalan Fauzan Ja’far pada Selasa (15/9) yang menekankan pentingnya menghilangkan ego sektoral, serta Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo yang menyatakan kesiapan menyediakan 30 hektare lahan di Patean.

Usai roadshow empat kabupaten rampung, KAMURA akan menghimpun seluruh komitmen lahan untuk dilanjutkan ke Pemprov Jatim.