BONDOWOSO, terbitan.com – Acara pembukaan rembuk stunting oleh Bupati Bondowoso Salwa Arifin, Selasa (9/7/2019) di Pendopo Bupati yang diikuti oleh seluruh kepala Puskesmas, Camat dan Kepala Desa se-wilayah Bondowoso.
Selain itu, hadir doktor Muhammad Imron Kepala Dinkes, Dandim 0822 Bondowoso, Letkol Inf. Tarmuji. Serta jajaran pencegahan stunting di lingkungan Dinkes.
Dalam sambutan Bupati Salwa mengatakan bahwa agar memiliki generasi muda yang cerdas dan sehat. Serta punya kualitas yang tinggi untuk menjadi pribadi yang mandiri sangat penting bagi kehidupan suatu bangsa
Hal itu, sejalan dengan misi kabupaten Bondowoso yang ke enam, yaitu mewujudkan sumber daya yang berkualitas dan unggul.
Maka, lanjut Bupati Salwa, menurunkan angka stunting menjadi prioritas bagi Pemerintah Kabupaten Bondowoso saat ini. Baik pemerintah pusat ataupun di daerah.
“Lebih-lebih di Bondowoso masih berada ditingkat ke tiga, setelah Kabupaten Pamekasan dan Bangkalan. Masih tinggi se Jawa Timur. Ini bukan prestasi dan bukan peringkat yang baik karena masih tinggi,” katanya.
Lebih tegas Bupati Salwa, maka itu menjadi beban yang harus diselesaikan. Pasalnya, masalah stunting menjadi tanggungjawab semua pihak.
“Permasalahan meningkatnya jumlah stunting ini menjadi tanggungjawab kita semua. Bukan hanya dari para medis, tapi semua pihak harus bertanggungjawab,” ajaknya
Pihaknya berharap dalam rembuk pencegahan stunting dapat menjadi penggerak di kesehatan lingkungan dan terus berupaya untuk memenuhi asupan gizi kepada anak.
Ia berharap agar semua pihak untuk menyusun sasaran kerja kepada sasaran yang komplit secara sinergi, cara penanggulangannya. Khususnya interferensi terhadap beberapa desa seperti Desa Pakisan, Patemon, Grujugan Lor, Pengarang, Jambesari, Pejaten, Dawuhan, Kalianyar dll.
“Ini akan menjadi khusus di tahun 2019-2020. Saya berharap bagi semua aparat agar betul-betul melangkah dengan baik. Bahkan dari Kodim 0822 Bondowoso siap mendampingi,” pungkasnya.



Tinggalkan Balasan