BONDOWOSO, Terbitan.com – Sambutan Harry Patriantono, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) di acara pengukuhan dan pelantikan 31 pengurus Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI), Kabupaten Bondowoso periode 2020-2025.
Menurutnya, bahwa diakui selama ini olahraga tradisional atau disebut juga permainan rakyat di kabupaten Bondowoso belum mendapatkan dukungan penuh dari Pemkab Bondowoso.
Padahal, kata dia Anis Supriyadi, yang saat ini dilantik menjadi ketua KPOTI Bondowoso, beserta temannya sudah sering, bahkan bolak – balik membawa harum bumi Ki Ronggo dari tingkat regional sampai ke tingkat nasional.
“Saya sangat terharu juga terhadap mas Anis dan teman-temannya karena masih belum mendapatkan dukungan nyata dari pemerintah. Mereka membawa nama Bondowoso ini berdarah -darah,” katanya, Sabtu (11/1/2020) di Aula Disparpora.
Lanjut Harry menjelaskan bahwa didunia olahraga memang butuh orang yang gila atau orang yang punya semangat tinggi di sebuah kegiatan olahraga.
Sementara olahraga tradisional di Bondowoso sudah nyata dan berkibar ditingkat nasional. Ia mengingatkan kepada semua pengurus agar kompak, agar dikemudian hari tidak ada orang yang hanya titip nama saja.
Pihaknya menginginkan kedepannya KPOTI bersama Disparpora mengadakan event olahraga tradisional tingkat regional atau nasional ada di kabupaten Bondowoso.
“Saya ingin diawal nanti membuat festival olahraga tradisional ditingkat regional Jatim atau Nasional ada di Bondowoso,” pungkasnya.
Pantauan dilapangan, hadir diacara Ketua Umum KPOTI Jawa Timur, Abdul Haris Ramadan, sekaligus membuka pelaksanaan pengukuhan dan pelantikan pengurus KPOTI Bondowoso. Selain itu, Ketua KONI dan sejumlah pihak terkait lainnya.



Tinggalkan Balasan