PAMEKASAN, terbitan.com – Komisi II DPRD Kabupaten Pamekasan menggelar audensi tindak lanjut kasus penipuan berkedok investasi oleh Anis, mantan pegawai BRI Cabang Pamekasan. Selasa (11/8/2026)
Audensi dihadiri anggota Komisi II Faridi, Nadi Mulyadi, Tabri, Siran Wahyudi, Pincab BRI, Supervisor Nadia, Kasatreskrim Polres Pamekasan, serta perwakilan korban Hairudin dan Rudi. Total kerugian 17 korban ditaksir Rp7,8 miliar.
Anggota Komisi II, Faridi mengapresiasi Polres yang berhasil menangkap pelaku setelah 6 tahun.
“DPRD tidak mau masyarakat Pamekasan jadi korban lagi. Harus ada efek jera terhadap penipuan yang mengatasnamakan lembaga,” tegas Faridi.
Kasatreskrim AKP Yoyok Hardiyanto menyebut Anis sudah 17 hari ditahan dan berkas ditargetkan dilimpahkan ke Kejaksaan minggu ini atau minggu depan.
“Kami bentuk tim khusus. Setelah P21 kami ajukan TPPU. Sementara ada 2 transfer ke rekening keluarga tersangka Rp80 juta dan Rp50 juta. Ada juga kuitansi yang diduga dibuat sendiri,” jelasnya.
Pincab BRI Pamekasan, Andri menyampaikan prihatin dan berkomitmen mendukung penyidikan.
“Sejak awal tahun 2020 kami yang melaporkan tindakan yang bersangkutan ke Polres. Tidak ada yang ditutupi. Apapun keputusan hukum, kami ikuti prosesnya,” kata Andri.
Perwakilan korban Hairudin mempertanyakan perkembangan kasus dan aliran dana.
“Kami ingin tahu ke mana uang kami mengalir. Yakin ini tidak dilakukan sendiri. Ada yang transfer ke mertuanya, ada yang ke karyawan BRI lain. Kami butuh penjelasan dari BRI sejelas-jelasnya,” ujar Hairudin.
Senada, korban Rudi meminta kepastian pengembalian uang. Ia mengaku sebagai nasabah BRI sejak lama dan dijanjikan program nasabah terbaik.
“Saya tidak minta pelaku dihukum saja. Yang saya minta uang saya dikembalikan. Itu uang kami. Saya ada slip penyetoran, rekening koran. Tolong ada jalan keluar,” ucap Rudi dengan nada lirih.
DPRD berharap penyidikan cepat tuntas dan ada upaya nyata penyitaan aset untuk mengembalikan uang korban. Kasus ini juga jadi catatan untuk peningkatan literasi keuangan di Pamekasan.


