BONDOWOSO, Terbitan.com – Setelah ramai dipemberitaan, Bupati Bondowoso, Salwa Arifin pada Senin (27/5/2019) sekira pukul 10.00 wib menuju dusun Krajan RT04, Desa Gubrih, Kecamatan Wringin guna santuni empat anak yatim yang tinggal bersama neneknya Hanati (60). 

Sebelum memberikan bantuan kepada anak yatim piatu. Bupati Salwa mengajak anak yatim itu ngobrol, serta menanyakan Buani, ibu dari 4 anak yatim yang sampai saat ini masih belum pulang.

“Ibu kerja ditempat yang jauh. Ibu katanya masih belum punya uang untuk beli tiket buat pulang,” kata Aliya, yang paling besar.

Empat anak yatim bersudara, ialah Aliya (12), Alisa (9), Sifa (4) dan Dela (2). Tinggal besama nenenknya yang hanya pekerja sebagai buruh serabutan.

Bupati Salwa melihat kondisi rumah 4 anak yatim juga memprihatinkan. Ia memanggil Camat dan Kepala desa setempat untuk segera direnovasi. 

“Sekolah yang rajin ya. Hanya pendidikan yang akan merubah nasib kalian kelak,” papar Bupati Salwa, yang di dampingi Letkol Inf Tarmuji, Dandim 0822 Bondowoso, sambil memangku Aliya.

Ketika menyodorkan sejumlah uang, bupati Salwa berharap dengan bantuan ini, dapat membantu meringankan beban 4 anak yatim. “Semoga bermanfaat ya nak. Nanti buat buka puasa,” pungkasnya. 

Diberitakan sebelumnya, bahwa 4 anak yatim itu luput dari program santunan 500 anak yatim Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bondowoso. Seperti diberitakan sebelumnya, Baznas Bondowoso, Rabu (22/5) melalui Bupati Salwa.

Hanati nenek pengasuh 4 anak yatim mengungkapkan tidak pernah di datangi oleh pihak Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Desa untuk keperluan pendataan.

Baik bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH), dirinya mengaku hanya mendapatkan satu kali pencairan. Pasalnya, kartu ATM yang diterimanya hilang saat datang ke Bank. Kejadian itu sudah ditangani oleh pihak pendamping PKH setempat dan tidak ada kabar.

Untuk menghidupi 4 anak yatim itu, Hanati bekerja sebagai buruh berpenghasilan 20 ribu/hari. Penghasilan yang terbilang sedikit berdampak kepada jatah makan ke-empat cucunya dan uang saku sekolah sekaligus uang jajan dua saudaranya yang masih belum sekolah.