SANANA, terbitan.com – Keinginan Bupati Kabupaten Kepulauan Sula, Hendrata Theis mengembangkan batik secara optimal melalui fasilitas perumahan batik terganjal. Proyek pembangunan rumah batik tersebut berlokasi di samping istana daerah (Isda) Desa Fagudu Kecamatan Sanana belum tuntas.
Pasalnya, Proyek pembangunan rumah batik itu diduga tidak menggunakan papan informasi, dan bahkan proyek tersebut menggunakan anggaran APBD 2018 senilai Rp 120 juta.
Nyong Umalekhoa sebagai kontraktor mengatakan proyek tersebut sulitnya bahan material atap yang terbuat dari daun sagu, begitu pula dinding rumahnya juga di buat dari batang daun sagu, sehingga terjadi keterlambatan.
Lanjut Dia, akan tetapi dalam waktu dekat saya akan upaya bahan – bahan tersebut di lokasi, sebab saya sudah pesan bahan dinding itu dari Desa Mangoli dan sebagian atap rumah dari Desa Waibau, “kata kontraktor kepada terbitan.com. Jumat (28/06)
Sementara Kapala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) Kabupaten Kepulauan Sula, Abdul Fatah Umasangaji ketika di wawancarai awak media di atas pelabuhan regional Sanana, kemarin, Enggan tidak mau memberikan komentar.
Disisi lain politikus NS inisial mendesak agar pembangunan itu dituntaskan. “Dengan demikian, rencana pemerintah turut serta hadir di tengah masyarakat untuk mengembangkan batik bisa terwujud, ” tandasnya. {GNS}



Tinggalkan Balasan