BONDOWOSO, Terbitan.com – Upaya Pemerintah Daerah memastikan tak menggelar seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2021 dengan alasan salah satunya adalah pandemi covid-19.
Namun rencana Bupati ini sangat disayangkan oleh Ketua DPRD Bondowoso H. Ahmad Dhafir dan berjanji akan tetap perjuangkan. Lantaran bila seleksi CPNS itu dihapus, maka akan berdampak buruk.
Menurutnya, pemerintah pusat akan memberikan sanksi tidak akan memberikan peluang kembali mengadakan penerimaan CPNS lagi di tahun yang akan datang.
Diakui H. Ahmad Dhafir, bahwa refocusing saat ini memang menjadi salah satu alternatif pemerintah untuk mengatasi pandemi Covid-19 dengan mengurangi beberapa program pemerintah.
“Tapi langkah Pemkab meniadakan seleksi CPNS sangat tidak tepat karena masyarakat saat ini sangat membutuhkan pekerjaan,” Katanya.
Selain itu, ia berharap masyarakat bisa mengabdi pada negara melalui jalur pemerintahan masih sangat tinggi.
“Pemerintah pusat kan tidak ujug ujug mengadakan atau memberikan jatah cpns bagi Bondowoso. Tentu semua itu berdasarkan usulan Bupati. Nah bagaimana mungkin Bupati yang dahulu mengusulkan kemudian oleh pemerintah pusat diterima dan disediakan kemudian ditolak. Ini masyarakat banyak yang ingin menjadi abdi negara,” ungkapnya.
Untuk merealisasikan penerimaan CPNS tahun 2021, H. Ahmad Dhafir, akan memangkas anggaran Sekretariat DPRD Bondowoso sebesar Rp 850 juta, yang dialokasikan untuk pelaksanaan penerimaan 337 formasi CPNS.
“Dengan demikian, tidak ada alasan bagi Bupati menolak pelaksanaan penerimaan CPNS dengan alasan keterbatasan dana,” pungkasnya.
Sebelumnya, penghapusan seleksi CPNS itu di katakan Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin, melalui Sekretaris Daerah Soekaryo, karena anggaran untuk biaya pelaksanaan yang masuk dalam refocusing.
Menurutnya, juga mempertimbangkan alokasi anggaran untuk gaji, tunjangan, hingga pelaksanaan latihan dasar manakala mereka telah menjadi ASN.
“Jika itu membebani APBD yang sifatnya wajib kemudian tidak membayar itu akan jadi salah,” Katanya.
Sementara, kondisi pandemi masih belum bisa diprediksi sampai kapan berakhir. Sehingga untuk tidak mengambil resiko maka akan ditiadakan sementara.
“Sementara. Jika tahun depan kemampuan dan situasi sudah menjadi berubah. Kan bisa jadi sekarang jumlah saja dengan kebutuhan yang akan datang,” ungkapnya.
Ia memang mengakui bahwa kebutuhan ASN di Bondowoso masih kurang, dan belum lagi tiap tahun masih ada yang pensiun.
“Kita akan memanfaatkan sumber daya yang ada terlebih dahulu. Sekaligus, memanfaatkan kecanggihan teknologi,” Ungkapnya.


