MUARA TEWEH,terbitan.com — Warga masyarakat Desa Muara Pari, Kecamatan Lahei, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah mengeluhkan beberapa pembangunan Desa seperti Listrik Penerangan Jalam Umum (LPJU), Pamsimas dan pemerintahan desa jarang berada di desa baik itu perangkat desa bahkan seluruh anggota BPD.
Salah satu warga Jalemo menyampaikan keluhannya kepada media terbitan.com mengenai gagalnya beberapa pembangunan di Desanya, sehingga warga merasa dirugikan padahal berapa duit Negara yang sudah di keluarkan untuk pembangunan tersebut.
“Kami sangat mengeluhkan atas keadaan desa kami, pasalnya beberapa pembangunan seperti LPJU tanpa perbaikan alias banyak yang mati, jadi jalan Desa gelap gulita tatkala malam, padahal anggran dana anggaran perbaikan tahun 2020, kemana,” ujarnya.
Tidak hanya LPJU, Ia menanyakan pembangunan Pamsimas yang sampai sekarang mangkrak padahal pembangunan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat sesuai program pemerintah.
“Demikian juga halnya air bersih yang sangat di butuhkan kami yang tidak bisa dimanfaatkan, padahal program Pamsimas itu baru saja ada aggraran mengalir tahun 2020 lalu, namun entah kenapa, pengurusnya tidak pernah memusyawarahkan dengan kami jadi aset aset desa berantakan tak terurus,” terang Jali sapaan akrabnya.
Yang tidak kalah pentingnya mengenai pelayanan publik di Desa kami seakan-akan kantor Desa hanya sebagai simbol pemerintahan di Desa bahwa desa Muara Pari masih ada, sedangkan kantor Desa jarang di buka kecuali rapat dan tidak ada pelayanan seperti layaknya kantor Pemerintahan.
“Sangat disayangkan pelayan Pemerintahan Desa yang jarang berada di desa baik itu perangkat desa bahkan seluruh anggota BPD semua tidak berada di tempat atau di desa muara pari,” ungkapnya.
Saat dikonfirmasi media online ini kepada kepala Desa Muara Pari, Mukti Ali Minggu (14/3) melalui WhatsApp nya dengan nomor 62 813-4590-xxx tidak ada balasan.


