SAMPANG, terbitan.com – Banyaknya kejadian siswa dan siswi bolos berjamaah lantaran alasan melakukan pencairan Bantuan Siswa Miskin (BSM) dalam jam pelajaran mendapat protes keras dari Dewan Pendidikan Kabupaten Sampang.
Menurut Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Sampang Moh. Salim, menilai kebijakan Bank BRI dan Dinas Pendidikan membuat para pelajar bolos ramai-ramai dan tentu menurutnya mengganggu kegiatan belajar para siswa.
“Kami prihatin melihat siswa siswi yang mestinya menjalankan kegiatan belajarnya di sekolah malah sibuk dengan bantuan Pemerintah, padahal belajar itu lebih dari pada sekedar mengambil uang,” ucap Moh. Salim pada wartawan.
Disampaikan Salim sapaan akrabnya, menurutnya hal itu perlu evaluasi dari pihak BRI dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang untuk memberikan alternatif pada para pelajar yang menerima bantuan, sehingga adanya bantuan itu tidak mengganggu aktivitas siswa.
“Kami harap pihak terkait segera mengevaluasi ini serta memberikan solusi, agar pencairan BSM dapat dilakukan di sekolah-sekolah masing-masing tanpa mengganggu belajar mereka,” pungkasnya.



Tinggalkan Balasan