SAMPANG, Terbitan.com – Usai acara serah terima penandatanganan seremonial serah terima gedung kuliah dan gedung bengkel tenaga, atau gedung Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP) dari wakil Kementerian PUPR RI, John Wempi Wetipo, di Politeknik Negeri Madiun (PNM), Dirut Politekni Negeri Madura (Poltera) Sampang bertemu Presiden Joko Widodo.
Sebanyak empat wakil Politeknik di Jawa Timur secara langsung menyapa Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo yang secara bersamaan meresmikan Bendungan Bendo di Ponorogo.
Presiden Jokowi didampingi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Direktur Poltera, Arman Jaya bersama Dirut Politeknik Negeri Malang, Politeknik Negeri Jember dan Politeknik Negeri Madiun tampak semangat berdialog dengan Presiden Joko Widodo.
Menurut Dirut Poltera, Arman Jaya mengaku senang atas serah terima gedung bengkel dan kuliah oleh Kementerian PUPR RI, di mana hal tersebut wujud perhatian pemerintah kepada mahasiswa Politeknik.
“Kami sangat senang dan bangga atas perhatian pemerintah terhadap Mahasiswa Politeknik,” ujarnya usai acara, Selasa (7/9/2021) kemarin.
Sementara dalam dialognya, Arman memaparkan, Poltera dibangun tahun 2012 dengan kondisi memprihatinkan tidak ada mahasiswa sama sekali, dengan semangat yang kuat, akhirnya saat ini yang di imbangi prasarana yang memadai, tercatat lebih 750 mahasiswa aktif menimba ilmu di Poltera.
“Bahkan, pendaftar setiap tahun mencapai 1000 calon Mahasiswa, namun hanya diterima sebanyak 300 mahasiswa saja,” jelasnya.
Ditambahkan Arman, meskipun berstatus sebagai perguruan tinggi vokasi baru, berbagai macam inovasi sudah dilakukan dengan sarana prasarana yang dimilikinya seperti terwujudnya pembuatan Ambulance Boat yang merupakan sinergi antara Poltera, dengan Pemerintah Kabupaten Sampang dan Industri galangan Kapal.
“Alhamdulillah tahun ini, kami sudah membuat kapal Ambulance Boat kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sampang (Pemkab) Sampang dan juga industri galangan kapal,” tandasnya.
Dijelaskannya, bahwa 80% lulusan POLTERA banyak diserap industri Nasional. Tidak butuh waktu lama, mayoritas lulusan ini hanya membutuhkan waktu kurang dari enam bulan untuk mendapatkan pekerjaan.
“Lulusan kami pak presiden, walaupun baru, 80% sebelum 6 bulan sudah bekerja, sisanya melanjutkan kuliah lagi atau menikah jelasnya yang kemudian diiringi gelak tawa,” tukasnya.
Menanggapi hal itu Presiden RI Joko Widodo melihat bahwa Politeknik ke depan merupakan Lembaga Pendidikan yang menjanjikan bagi para mahasiswa. Kerja sama antara Politeknik dengan Industri yang selama ini terjalin memudahkan lulusannya untuk diterima oleh dunia kerja.
“Saya kira ke depan memang Politeknik itu sangat lebih menjanjikan, kalau terhubung, terkoneksi dengan industri dengan para praktisi itu yang memudahkan diterima oleh pasar kerja,” ucap Jokowi.


