BONDOWOSO, Terbitan.com – Ratusan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang dari Honorer k2, Senin (27/5/2019) akan menerima SK, yang diserahkan oleh bupati Bondowoso.

Menurut Munir, koordinator daerah Honorer K2 dan wakil ketua Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Jatim, bahwa CPNS yang lolos seleksi rekruitmen pemerintah dari jalur guru Honorer k2 yang usia di bawah 35 tahun. Diharapkan pemerintah lebih jeli dalam hal penempatannya.

Mengingat pemerataan penempatan guru kata Munir, di sesuaikan dengan tempat yang memang betul-betul membutuhkan. Sehingga tidak di biarkan menumpuk di wilayah perkotaan.

Selama ini, yang betul-betul kekurangan tenaga guru, berada di wilayah pinggiran atau di pedesaan dan juga pegunungan.

“Ini kan kesempatan bagi pemerintah untuk menata jumlah guru di bondowoso. Saya berharap pada dinas terkait, baik Dikbud dan BKPSDM (BKD) di harapkan memberikan rekam keberadaan kepegawaian yang valid di ruang lingkup kabupaten bondowoso,” kata Munir, Minggu (26/5/2019)

Lebih tegas Munir, kepada Sekretaris Daerah Bondowoso dan Bupati Bondowso, lebih bijaksana dalam menentukan kebijakan strategis tentang penempatan guru-guru muda nanti.

Kendatinya, jika penempatan guru PNS yang baru tersebut tepat dalam hal penempatan. Pasti akan berdampak positif terhadap perkembangan Pendidikan di Bondowoso.

Fakta yang ada banyak SD Negeri yang di pinggiran atau di wilayah wilayah pengunungan kadang cuma terisi 2 sampai 3 guru PNS. Selebihnya di lengkapi oleh guru Honorer.

Oleh karena itu, pihaknya berharap, bilamana SK yang diberikan tidak mengakomodir pemerataan penempatan guru baru, agar dikaji ulang.

“Ini demi kemajuan yang merata di dunia pendidikan Bondowoso. Biar nanti tidak menumpuk di wilayah perkotaan, karena di pinggiran itu kadang yang PNS hanya kepala sekolah (KS), guru Agama dan 1 guru kelas,” pungkasnya.