SAMPANG, Terbitan.com – Pemerintah Kabupaten Sampang terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Salah satunya diwujudkan melalui keberlanjutan program Beasiswa Sahabat yang hingga kini telah membiayai ratusan mahasiswa asal Kabupaten Sampang.
Hal tersebut disampaikan dalam temu ramah bersama mahasiswa penerima Beasiswa Sahabat dan para alumni yang digelar di Pendopo Trunojoyo, Kamis (1/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menegaskan bahwa pendidikan harus ditempatkan sebagai investasi jangka panjang untuk membangun masa depan daerah.
Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya dilakukan melalui pembangunan infrastruktur. Pemerintah juga harus menyiapkan manusia yang nantinya mampu melanjutkan pembangunan Sampang dalam beberapa dekade mendatang.
“Satu pemerintahan tidak boleh ambruk hanya karena kita tidak mempersiapkan fondasi yang kokoh lewat pendidikan. Kita membentuk kaum penerus yang unggul agar 20 hingga 30 tahun ke depan anak-anak inilah yang memimpin dan membangun Sampang,” tegas Slamet Junaidi.
Ia mengatakan, peningkatan akses pendidikan tinggi menjadi penting untuk membuka peluang masyarakat Sampang memperoleh pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik.
Bupati juga menyoroti kondisi sebagian masyarakat Sampang yang harus bekerja sebagai pekerja kasar di luar negeri karena terbatasnya kesempatan untuk memperoleh pendidikan tinggi.
Karena itu, program beasiswa dinilai menjadi salah satu instrumen untuk membuka kesempatan bagi anak-anak daerah agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Sementara itu, Ketua Yayasan Beasiswa Sampang Bermartabat, Wahyudi Pramono, menyampaikan bahwa Yayasan Beasiswa Sampang Bermartabat telah berdiri sejak 20 Oktober 2020.
Ia menjelaskan, program Beasiswa Sahabat lahir dari gagasan Bupati Sampang yang memiliki keinginan untuk mendorong kemajuan daerah melalui pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Hingga saat ini, tercatat 347 mahasiswa telah mendapatkan pembiayaan melalui program tersebut. Jumlah itu terdiri dari 149 mahasiswa yang masih aktif menjalani pendidikan dan 198 mahasiswa yang telah menjadi alumni.
“Membangun suatu bangsa dan peradaban tidak ada jalan lain kecuali melalui pendidikan. Sampang telah memulai investasi ini, dan dalam 10 hingga 15 tahun ke depan, Sampang akan memanen orang-orang dengan pemikiran cerdas,” ujar Wahyudi.
Dalam perkembangannya, pembiayaan program Beasiswa Sahabat tidak hanya mengandalkan APBD Kabupaten Sampang.
Pada awal pelaksanaannya, program tersebut memang didanai sepenuhnya melalui APBD. Namun, untuk memperluas manfaat program, Pemerintah Kabupaten Sampang dan yayasan kemudian membangun kemitraan dengan sejumlah perusahaan melalui dukungan Corporate Social Responsibility (CSR).
Temu ramah tersebut turut dihadiri perwakilan SKK Migas Jabanusa, Medco Energi, Husky-CNOOC Madura Limited (HCML), Petronas, serta sejumlah perusahaan perbankan di Kabupaten Sampang.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, yayasan, dunia usaha dan para penerima manfaat, program Beasiswa Sahabat diharapkan terus berlanjut dan mampu menjangkau lebih banyak mahasiswa asal Sampang.
Para penerima beasiswa juga diharapkan tidak hanya menyelesaikan pendidikan, tetapi nantinya dapat kembali memberikan kontribusi bagi masyarakat serta mengambil bagian dalam pembangunan Kabupaten Sampang.


