Terkait Penebusan Buku (LKS) Kepada Siswa,Ini Penjelasan Kepsek SMKN-1 Muara Teweh

 

MUARA TEWEH, terbitan.com – Dengan adanya keluhan orang tua siswa dan wali murid dalam beberapa hari ini yang mengeluhkan kebijakan yang dilakukan oleh pihak sekolah SMKN 1 Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalteng, khususnya terkait sistem belajar yang dilakukan oleh sekolah dengan penebusan Lembaran kerja siswa (LKS)

Baca Juga :

Kepala sekolah SMKN 1 Muara Teweh Asliadi, saat di konfirmasi wartawan yang tergabung di DPC IPJI Barut mengatakan,” mengenai alasan alasan kenapa ada penebusan buku seperti itu dilakuakan SMKN-1 Muara Teweh berdasarkan hasil kesepakatan rapat dewan guru.

“Mengingat situasi pandemi covid-19 yang tidak bisa mengumpulkan orang banyak separti biasanya, dan sistim belajar siswa harus tetap jalan, makannya pihak sekolah mengambil kebijakan tersebut,” ucapnya Senin 10/8/2020.

Dalam melaksanakan proses pembelajaran yang serba terbatas seperti jaringan internet untuk siswa yang berada diluar kota seperti di Desa-Desa perlu kebijakan seperti buku LKS disamping melaksanakan pembelajaran secara darring.

“Agar proses belajar tidak staknan, kami mengambil kebijakan melalui LKS kepada siswa, karena siswa yang sekolah di SMKN-1 60% siswanya dari luar Muara Teweh yaitu dari Desa, yang sebagian tidak ada jaringan internetnya,” terang Asli sapaan akrabnya.

Lanjut Asliadi, langkah kami agar proses belajar-mengajar tetap berjalan dan siswa tidak ketinggalan pelajaran salah satu solusinya dengan tugas LKS dalam menyikapi situasi saat ini.

” Kita tidak pernah memkasa kepada siswa kalau benar benar bagi yang tidak mampu pihak sekolah tetap memberikan kebijakan, asalkan siswa yang bersangkutan bisa membuktikan dengan surat keterangan tidak mampu dari Kepala Desa dan Kelurahan, serta adanyan komunikasi dengan pihak sekolah,” ujarnya.

Dari juknis dana BOS tidak dibolehkan untuk pengadaan LKS karena dari dana BOS hnaya dibolehkan untuk pengadaan buku paket dan keperluan perangkat praktek sekolah.

“Dalam pelaksanaan kegiatan siswa guna mempermudah proses belajar-mengajar melalui LKS kami hanya menawarkan kepada siswa tidak mewajibkan ataupun memaksa untuk menembus, hanya bersifat membantu siswa agar semua pelajaran bisa terpenuhi dalam menyikapi pandemik seperti ini,” pungkas Asli.(Iwan)

Pos terkait