PAMEKASAN, terbitan.com – Kabar membanggakan datang dari UIN Madura. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, kampus tersebut berhasil meloloskan tiga tim peneliti sekaligus dalam program pendanaan riset bergengsi nasional, MoRA The AIR Funds (Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit) Tahun 2026. Rabu (23/9/2026)

Capaian tersebut mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Senat UIN Madura, Achmad Muhlis. Ia menyampaikan penghargaan khusus kepada Ketua LPPM UIN Madura beserta seluruh tim yang telah bekerja keras mengantarkan UIN Madura masuk dalam ekosistem riset nasional.

“Ini pengalaman pertama UIN Madura meraih pendanaan MoRA The AIR Funds. Ini bukan sekadar soal lolos seleksi, tapi bukti bahwa ruang kontribusi akademik UIN Madura di kancah nasional semakin terbuka,” ujar Achmad Muhlis.

Menurut Guru Besar Sosiologi Pendidikan Islam itu, keberhasilan ini lahir dari kerja akademik yang tekun, kolaboratif, dan berintegritas. Riset di perguruan tinggi, kata dia, tidak hanya soal epistemologi, tapi juga punya dimensi sosial.

“Pengetahuan yang diproduksi di kampus baru bermakna ketika mampu membaca persoalan secara kritis, menawarkan pemahaman mendalam, dan memberi kontribusi nyata bagi penyelesaian masalah kemanusiaan dan pembangunan,” tegasnya.

Ia berharap capaian tiga tim ini menjadi energi baru untuk memperkuat budaya riset dan tradisi akademik di lingkungan UIN Madura.

Selain prestasi riset, Ketua Senat juga mengapresiasi Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Madura beserta tim atas keberhasilan membuka Program Studi baru.

Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI Nomor 1027/B/0/2026 tertanggal 14 September 2026, Prodi Statistika Program Sarjana (S1) resmi mengantongi izin operasional.

Kehadiran Prodi Statistika dinilai menjadi langkah strategis UIN Madura dalam merespons perkembangan zaman.

“Ini menandai perluasan horizon keilmuan UIN Madura. Di era sekarang, kebutuhan masyarakat semakin bertumpu pada kemampuan membaca dan mengolah data secara kritis dan bertanggung jawab,” jelas Muhlis.

Ia menegaskan, penguatan riset dan pembukaan prodi baru adalah bagian dari proses institusionalisasi pengetahuan. Kampus tidak boleh hidup di menara gading yang terpisah dari perubahan sosial.

“Kualitas kelembagaan, mutu akademik, produktivitas riset, dan relevansi prodi menjadi fondasi agar UIN Madura adaptif, tapi tetap berakar pada nilai keislaman, kemanusiaan, dan kebangsaan,” katanya.

Setiap capaian, lanjut Muhlis, harus dimaknai sebagai amanah untuk memberi manfaat lebih luas. Prestasi riset dan akademik baru bernilai ketika mampu meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas akses pengetahuan, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Ini bukan sekadar pencapaian administratif, tapi bagian dari perjalanan membangun ekosistem akademik yang produktif, reflektif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat,” pungkasnya.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh pimpinan, lembaga, tim peneliti, dosen, dan tenaga kependidikan yang telah berkontribusi, seraya berharap momentum ini menjadi pijakan memperkuat pendidikan yang berkelanjutan, berkeadilan, dan berintegritas di UIN Madura.