BARITO UTARA – Terbitan.com || Nasib nahas dialami seorang pengemudi mobil pick up L300, warga asal martapura Kalimantan Selatan, Muhamad Suhaimi.
Pasalnya, sepulang mengantarkan air bersih dari perusahaan PT Nipindo, Ia mengalami kecelakaan hebat dengan Dump Truk (DT) roda 10 pengangkut batubara yang diduga milik PT KTC site Lemo.
Menurut ceritanya yang dilansir dari media Tebengan, bahwa dirinya saat itu bersama seorang penumpang yang merupakan tukang masak di PT Nipindo, Senin (2/10/2023).
“Saya sudah berhenti dengan memberikan kode membunyikan klakson sebanyak 3 kali, karena posisi jalan didepan gunungan dan menikung tetapi tidak ada respon dari depan.
Merasa aman karena tidak direspon lalu saya lanjut, namun tiba-tiba DT yang sedang membawa batubara melaju. Karena posisi saya di atas jembatan yang sempit, saya pun tidak bisa menghindari lagi, disitu saya langsung di tabrak.
“Dan karena benturan yang kuat, saya pun terseret sekitar kurang lebih 15-20 meter,” ucapnya.
Perlu waktu sekitar setengah jam untuk mengevakuasi Muhamad Suhaimi karena dirinya terjepit kabin mobil. Selanjutnya, dia pun dirawat selama seminggu di RSUD Muara Teweh yang dibiayai oleh PT Nipindo bersama PT KTC site Lemo.
Namun, setelah keluar dari rumah sakit, dirinya pun tidak pernah di jenguk dan tidak pernah mendapat biaya santunan dari pihak PT KTC site Lemo.
Padahal, pasca kejadian tersebut dirinya tidak bisa bekerja karena masih dalam pemulihan dan pengobatan kampung karena kaki kirinya mengalami retak.
“Saya ke Kalteng ini merantau bekerja untuk mencari nafkah keluarga saya, tetapi apa yang saya alami, malah dapat musibah di tabrak DT nya pihak PT KTC site lemo yang bermuatan batubara,”bebernya.
Sementara itu pemilik mobil pick up, Riswanto warga Desa Lemo II, Kecamatan Teweh Tengah merasa kecewa dengan pihak pimpinan PT KTC site Lemo.
“Saya seperti dipersulit, karena dari awal saya suruh antar mobil saya ke Desa Lemo 2, kemudian meminta pertanggungjawaban bagaimana pembicaraan kepada sopir saya. Selama dia tidak bisa bekerja, selama ini lebih dari satu bulan saya yang nafkahin semua, tetapi pihak perusahaan seperti tidak ada itikad baik sama kita,” jelasnya.
Dia pun menyebut pihak PT KTC site Lemo tidak memenuhi janji untuk menjenguk korban ke rumahnya, yang lebih parah lagi kami sudah dibohongin setelah saya portal untuk mencari keadilan kemarin Sabtu (11/11) di tempat kejadian kecelakaan itu,” ungkapnya.
Dia menegaskan, jika permasalahan itu tidak juga terselesaikan maka pihaknya akan membawa permasalahan ke tingkat DPRD Kabupaten Barito Utara.


