NGAWI, terbitan.com – Jembatan penghubung antara Desa Ngrambe dan Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, ambruk total setelah dihantam banjir pada Selasa (24/2/2026) pagi. Insiden tersebut mengakibatkan jalur utama warga terputus dan pelayanan air bersih terganggu.
Peristiwa robohnya jembatan terekam dalam video yang beredar di tengah masyarakat. Rekaman itu memperlihatkan momen ketika bagian tengah jembatan runtuh dan tersapu arus sungai yang meluap, disaksikan warga dengan rasa cemas.
Curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan Ngrambe selama dua hari terakhir menyebabkan debit sungai meningkat drastis. Pondasi jembatan yang sebelumnya sudah mengalami kerusakan akibat banjir awal, akhirnya tak mampu menahan derasnya arus air.
Parmi, warga setempat, mengatakan kerusakan sebenarnya sudah terlihat sejak banjir pertama.
“Sejak kemarin jembatan sudah retak dan miring. Tadi pagi akhirnya roboh total. Sekarang warga dan anak-anak sekolah harus memutar lebih jauh,” tuturnya.
Sugeng Riyanto, warga lainnya, menambahkan bahwa dampak yang ditimbulkan tidak hanya pada akses jalan.
“Pipa air ikut hanyut karena menempel di jembatan. Warga Sidomulyo banyak yang tidak mendapat air bersih hari ini,” ujarnya.
Ambruknya jembatan juga merusak jaringan pipa milik PDAM yang melintas di atasnya. Ratusan pelanggan di Desa Sidomulyo dilaporkan tidak menerima aliran air sejak pagi. Petugas PDAM telah diterjunkan untuk melakukan penanganan darurat guna memulihkan suplai air.
Akibat terputusnya jalur tersebut, warga dua desa kini harus melalui rute alternatif sejauh kurang lebih dua kilometer. Para pelajar yang setiap hari melintasi jembatan untuk menuju SMP Negeri 3 Ngrambe pun terpaksa menempuh perjalanan lebih jauh.
Warga mengaku telah melaporkan kondisi jembatan yang rusak kepada pemerintah desa setelah banjir pertama terjadi. Namun sebelum ada perbaikan permanen dilakukan, jembatan keburu runtuh diterjang banjir susulan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat karena jembatan tersebut merupakan akses vital bagi kegiatan pendidikan, ekonomi, dan mobilitas harian warga.


