BARITO UTARA – Terbitan.com || Bencana alam tanah longsor parah dengan kisaran panjang sekitar 35 meter dan setinggi sekitar 4 meter sepertinya tak ada perhatian pemerintah Kabupaten Barito Utara.
Pasalnya, sudah bertahun-tahun sejak kejadian itu, Pemerintah setempat sampai sekarang tak kunjung dibenahi, warga pun terpaksa swadaya bergotong royong perbaiki longsor dengan alat seadanya.
Longsor ini terjadi di Kecamatan Teweh Selatan, tepatnya di jalan RT 04, Desa Bintang Ninggi I, yang mana pada kejadian tersebut mengakibatkan beberapa rumah warga sekitar abruk dan terpaksa mengungsi.
Puluhan warga yang datang ke lokasi membawa alat seadanya, Mereka membikin siring atau turap sementar dengan bahan kayu bulat.
Warga khawatir, terbangkalainya longsor parah ini berakibat longsor susulan, sehingga mereka berinisiatif melakukan perbaikan sementara.
Kepala Desa Bintang Ninggi I, Zainudin menuturkan, longsor tersebut pernah diusulkan ke pemerintah terkait.
Namun, seperti tidak ada tindak lanjut, membuat puluhan warga untuk melakukan gotong royong membikin turap.
“Kami sudah pernah mengusulkan ke pemerintah untuk penanggulangan pembangunan turap penahan longsor, tetapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda,” kata Zainudin kepada Terbitan.com, Rabu (24/5/2023) pagi.
Zanudin pun mengatakan, Karena tidak ada tanda-tanda dari pemeritah sampai sekarang, warga pun berinisiatif bikin turap penahan longsor dengan bergotong royong secara swadaya, itu pun hanya bersipat sementara untuk atisipasi longsor susulan saja.
Zanudi pun berharap, pemerintah segera melakukan penanggulangan pembangunan turap penahan longsornya sehingga longsor nya tidak meluas.


