MADIUN, terbitan.com – Kondisi jalan raya Madiun–Surabaya tepatnya di wilayah Desa Tiron, Kecamatan Madiun, dikeluhkan pengguna jalan. Pasalnya, jalan nasional tersebut mengalami kerusakan cukup parah dengan sejumlah lubang dalam yang kerap mengakibatkan kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda motor.
Peristiwa pengendara motor terjatuh akibat jalan berlubang itu dilaporkan terjadi hampir setiap hari, terutama pada malam hari. Kondisi tersebut diperparah dengan minimnya penerangan jalan di lokasi, sehingga lubang jalan sulit terlihat oleh pengendara.
Agis Saputra, salah satu petugas keamanan (security) yang berada di sekitar lokasi, mengungkapkan bahwa kecelakaan akibat jalan rusak tersebut sudah terjadi selama empat hari berturut-turut.
“Ini lubang jalannya dalam banget. Selama empat hari berturut-turut selalu ada pengendara motor yang jatuh di situ. Hari ini juga kejadian lagi,” ujar Agis saat diwawancarai awak media, Rabu (21/1/2025) malam.
Menurutnya, sebagian besar korban mengalami luka cukup serius dan harus segera mendapatkan penanganan medis.
“Barusan tadi ada yang jatuh lagi. Saya langsung memanggil ambulans untuk membawa korban ke rumah sakit,” jelasnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Kanit Gakkum Satlantas Polres Madiun, Ipda Andika, menyampaikan bahwa pihak kepolisian akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait agar dilakukan perbaikan jalan.
“Kami dari Unit Gakkum akan kembali berkoordinasi dengan pihak PUPR, baik secara lisan maupun melalui surat resmi, terkait seringnya terjadi kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh jalan rusak atau berlubang tersebut,” ujar Ipda Andika, Rabu (21/1/2025).
Selain itu, pihak Satlantas Polres Madiun juga akan berkoordinasi dengan Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) untuk memasang imbauan di sepanjang ruas jalan yang rusak.
“Imbauan bisa disampaikan secara lisan maupun tertulis, termasuk pemasangan papan peringatan, agar pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor, lebih berhati-hati,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi jalan di lokasi masih belum mendapatkan perbaikan dan warga berharap pihak terkait segera mengambil langkah konkret guna mencegah jatuhnya korban berikutnya.


