BONDOWOSO, terbitan.com – Sungguh tragis nasib Atim Eka Purbaya (29) warga Gang Kenari RT 25 RW 27 Kelurahan Kotakulon, kecamatan Bondowoso. Ia menjadi korban keganasan arus sungai lima hari lalu.

Saat itu korban bersama temannya mencoba melewati aliran sungai yang debit airnya cukup deras karena sedang meluap atau banjir.

Eka sapaannya kemudian ditemukan dalam kondisi tubuhnya terjepit dibebatuan dan hanya tangan korban yang tampak dipermukaan air sungai.  Korban tersebut ditemukan oleh warga atas nama Pat dan Nurul. 

Penemuan mayat di lokasi sekitar pukul 14.20 WIB.  Pantauan di lapangan,  jenazah tiba di kamar jenazah pukul 17.00 WIB. 

“Mayat korban ditemukan di sungai ujung tempat wisata Bosamba Rafting. Awalnya tidak disangka jika yang dilihat adalah mayat karena disangka plastik yang tersangkut dibatu,” ucap warga, Jumat sore (10/4/2020). 

Sementata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kukuh Triyatmoko membenarkan kejadian tersebut.

” Iya benar di area Bosamba,” terangnya singkat saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon selularnya.

Sementara itu, Kasat Sabhara Polres Bondowoso, AKP Joko Mulyono, menjelaskan, korban ditemukan oleh tim SAR yang memang saat itu melintas menyusuri sungai dengan menggunakan perahu karet. Saat itulah, pandangan tim SAR tertuju pada sosok mayat di sela bebatuan.

“Alhamdulillah, jasad korban akhirnya ditemukan di hari ke-5 operasi pencarian. Saat didekati, ternyata jasad korban yang sudah membengkak. Kami langsung mengangkat dan mengevakuasi,” pungkasnya