NGAWI, terbitan.com – Kubangan bekas tambang galian C di Dusun Ngrampal, Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur kembali menjadi sorotan setelah memakan korban jiwa. Seorang remaja berinisial M (14), warga Desa Plang Lor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, dilaporkan tewas tenggelam saat memancing di lokasi tersebut, Sabtu (9/5/2026).
Kapolsek Widodaren M Farid Suharta membenarkan adanya peristiwa nahas tersebut. Korban ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di kolam bekas tambang galian C yang memiliki kedalaman cukup ekstrem.
“Korban masih remaja, warga Desa Plang Lor, Kecamatan Kedunggalar. Korban ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di kolam bekas galian C,” ujar Farid saat dikonfirmasi.
Peristiwa tragis itu bermula ketika korban bersama tiga temannya datang ke lokasi untuk memancing. Saat berada di tepi kubangan, korban diduga terpeleset dan jatuh ke bagian tengah kolam yang cukup dalam.
Diduga karena tidak bisa berenang, korban akhirnya tenggelam ke dasar kubangan. Teman-temannya sempat berupaya memberikan pertolongan, namun korban tidak berhasil diselamatkan.
“Teman-teman korban sebenarnya sudah berusaha menolong, namun korban tenggelam,” jelas Farid.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berdatangan untuk membantu proses pencarian. Tak lama kemudian, jasad korban berhasil ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Petugas dari Polsek Widodaren bersama Tim Inafis Polres Ngawi kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan terhadap tubuh korban. Dari hasil pemeriksaan luar, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Selanjutnya, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Sementara itu, warga Desa Sidolaju, Sudarsono mengatakan lokasi tersebut merupakan bekas tambang pasir atau galian C yang telah terbengkalai selama kurang lebih enam tahun terakhir.
Menurutnya, kubangan bekas tambang itu selama ini sering dimanfaatkan warga untuk memancing karena banyak ikan di dalamnya. Namun kondisi kedalaman yang mencapai tujuh hingga delapan meter dinilai sangat berbahaya.
“Ini memang bekas galian pasir. Kedalamannya sekitar tujuh sampai delapan meter. Biasanya dibuat mancing,” ujar Sudarsono.
Ia menyebut kejadian tenggelam hingga menyebabkan korban meninggal dunia baru pertama kali terjadi di lokasi tersebut. Meski demikian, warga berharap pemerintah maupun pihak terkait segera mengambil langkah penanganan dengan menutup atau mengamankan area bekas tambang agar tidak kembali memakan korban jiwa.


