Pandemi Covid-19, Untuk Kebutuhan Sehari-hari Warga Bondowoso Banjiri Kantor Pegadaian

  • Bagikan

BONDOWOSO, Terbitan.com – Kantor Pegadaian Cabang Bondowoso dibanjiri warga yang hendak menggadaikan barang untuk konsumsi sehari-hari. Lantaran ekonomi masyarakat mulai melemah.

Semenjak pandemi virus corona disease (covid-19) melanda. Lonjakan nasabah mengalami kenaikan 30 persen dibandingkan dengan hari-hari biasanya.

Hal ini diungkapkan Kepala Kantor Pegadaian Cabang Bondowoso, Eko Mudji Haryono, Selasa (5/5/2020) membenarkan warga terpaksa memilih menggadaikan barang sebagai alternatif untuk mendapatkan uang.

Menurutnya, kebanyakan masyarakat menggadaikan perhiasan emas dan BPKB kendaraan. Penambahan nasabah dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari ibu rumah tangga, pedagang hingga pegawai.

Baca juga:  BMKG Malut, Waspada Gelombang Tinggi Pada Malam Hari

“Semenjak pandemi memang ada peningkatan transaksi sebanyak 30%. Kebanyakan seperti usaha UMKM mereka katanya menurun,” paparnya

Dalam sehari pengunjung di kantor Pegadaian, kata Eko, bisa mencapai tiga ratus orang. Padahal sebelum pandemi Covid-19 jumlah pengunjung tidak sampai menyentuh angka tersebut.

Selama situasi pandemi belum berakhir, Eko memprediksi jumlah warga yang menggadaikan barangnya bisa kembali meningkat hingga 40 persen. Apalagi sektor Usaha Kecil dan Menengah sangat terpukul oleh situasi pandemi.

Baca juga:  BMKG Malut, Waspada Gelombang Tinggi Pada Malam Hari

“Ini kan fluktuatif ya karena pembatasan jam kerja jadi kelihatannya ramai,” terangnya.

Mengenai pelayanan, pihaknya telah menjalankan sesuai protap Covid-19. Calon nasabah wajib menggunakan masker, dilakukan pemeriksaan suhu tubuh, membatasi jarak antar pengunjung dan wajib cuci tangan di tempat yang sudah disediakan.

Bahkan, untuk memudahkan nasabah dalam bertransaksi, pihaknya sudah menyediakan aplikasi khusus Pegadaian Digital, sehingga mereka tidak perlu mendatangi kantor Pegadaian untuk bertransaksi.

Baca juga:  BMKG Malut, Waspada Gelombang Tinggi Pada Malam Hari

“Kami berharap masyarakat bisa memanfaatkan aplikasi itu agar tidak perlu datang kesini,” pungkasnya.

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: